The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Ditinggal Bunuh Diri Tunangan 3 Hari Jelang Nikah, Wanita Ini Pernah Harap Maut Memisahkan
Dessy (22) dan tunangannya, Alfarizi (20).
News

Ditinggal Bunuh Diri Tunangan 3 Hari Jelang Nikah, Wanita Ini Pernah Harap Maut Memisahkan

Sabtu, 08 Agustus 2020 18:14 WIB 08 Agustus 2020, 18:14 WIB

INDOZONE.ID - Betapa malang nasib Dessy Julyanty Tanjung (22). Impian merajut rumah tangga dengan Muhammad Alfarizi (20) kandas di detik-detik jelang pernikahan.

Lelaki yang telah dipacariya selama delapan tahun itu ditemukan tewas dengan leher tergantung di sekitar kamar mandi rumahnya di  Jalan Seram Bawah, Gang Selamat, Kelurahan Bantan, Kecamatan Siantar Barat, Pematang Siantar, Sumatera Utara pada Rabu (5/8/2020) lalu.

Padahal Dessy dan Alfarizi akan menggelar resepsi pernikahan dua hari kemudian. Tepatnya pada Jumat (7/8/2020).

Dessy sempat menceritakan kejanggalan dalam peristiwa kematian tunangannya itu. Untuk diketahui, Dessy merupakan orang pertama yang mendapati Alfarizi dalam kondisi tidak bernyawa lagi.

Terlepas dari dugaan itu, Dessy mendoakan arwah Alfarizi tenang di sisi Tuhan.

Melalui media sosial Facebook, terlihat jelas harapan yan telah terbayang di angan-angan perempuan asal Jalan Batalion, Kelurahan Bukit Sofa, Kecamatan Siantar Sitalasari, Pematangsiantar ini.

"Bissmillah. Menghitung hari," tulisnya sembari membagikan foto bersama Alfarizi pada Jumat (3/7/2020) lalu.

Pada unggahan selanjutnya, Dessy mengungkapkan harahapan dapat hidup bersama dengan Alfarizi hingga maut memisahkan.

"Selamat untuk sekali lagi dan lagi 6 tahun melewati segala nya sama2 pasti gak mudah tp insyaallah kita bisa hitungan hari lagi kita bakal ngucapin janji untuk hidup bersama bukan dalam hitungan bulan  atau tahun bahkan tidak bisa ditentukan hingga tak bernapas lagi.  Makasih uda mau sama2 lewatin semua kerja mati2 an sama2 untuk bisa mewujudkan yg kita inginkan mudah2an lancar sampai hari H diberikan kesehatan dan kelancaran aminn yaAllah 
I loveyouu," tulisnya.

Seperti diketahui, seorang pemuda bernisial MA (20) ditemukan gantung diri dua hari jelang pernikahannya dengan perempuan berinisial DJ.

MA ditemukan tewas di rumahnya Jalan Seram Bawah Gang Selamat, Kelurahan Bantan Kecamatan Siantar Barat, Pematangsiantar, Sumatera Utara, Rabu (5/8/2020) pagi.

Polisi sempat menduga MA putus asa karena tak kunjung mendapat bantuan biaya pernikahan dari keluarganya. Padahal, MA dan DJ akan menikah pada Jumat (7/8/2020).

Kini, DJ harus mengubur dalam-dalam impiannya merajut hubungan rumah tangga dengan MA.

Dia pun mengaku tak habis pikir dengan tindakan tunangannya itu. Hubungan mereka pun selama ini tidak mempunyai masalah.

Bahkan beberapa saat sebelum gantung diri, MA sempat memperbaiki jembatan rumah dengan maksud mempermudah tamu yang akan datang pada resepsi pernikahan.

Namun, kata DJ, kekasihnya itu sempat berbicara dengan calon mertuanya tentang biaya pernikahan.

Ternyata, uang yang rencananya akan digunakan sebagai mahar itu telah dipakai ayah MA untuk keperluan lain. Ibu DJ tidak mempermasalahkan hal itu.

DJ mulai curiga calon suaminya itu mempunyai beban pikiran setelah berniat ke Nias menemui ibunya. Permintaan itu ditolak DJ lantaran resepsi pernikahan sudah tinggal menghitung hari.

"Katanya dia kurang puas kalau pesta ini tidak dihadiri mamanya yang ada di Nias. Sebenarnya tanda-tanda itu sudah mulai tampak pada malam sebelum kejadian," kata DJ kepada wartawan.

DJ menambahkan, dirinya sempat meminta MA untuk tidur di rumahnya pada malam sebelum kejadian. Tapi orangtua DJ menolak, sebab khawatir akan mendapat hujatan tetangga.

Dengan terpaksa, DJ merelakan MA pulang ke rumahnya.

Pada Rabu (5/8/2020) dinihari, keduanya sempat berkomunikasi via telepon. Awalnya, MA mengabarkan bahwa dirinya sedang tidak enak badan.

Ketika hari menjelang subuh, DJ balik menghubungi MA lantaran cemas.

“Perasaan saya tidak enak sejak tadi malam, maka jam empat pagi saya telepon, tapi gak diangkat," katanya.

"Jam enam pagi dicoba lagi, namun yang mengangkat adiknya. Tidak lama saya telepon lagi adiknya, ternyata almarhum yang mengangkat. Bahkan, rencananya almarhum pagi itu mau datang ke rumah saya,” sambung DJ.

Dj mengatakan, MA masih menghubunginya via WhatsApp untuk mengabarkan bakal ke rumahnya sekira pukul 06.30 WIB.

Namun MA tak kunjung tiba setelah ditunggu-tunggu. DJ pun akhirnya kawatir dan memutuskan melihat MA di kediamannya.

Betapa terkejutnya DJ saat mendapati MA sudah tergantung dengan leher terikat tali.

“Saya lihat almarhum membelakangi saya. Saya panggil-panggil sambil mendekatinya, tapi tidak dijawab. Saya pun baru melihat tali yang melingkar di lehernya dan langsung berteriak," kata DJ.

"Tidak ada satupun yang berani menyentuhnya, padahal saya pegang nadinya masih ada. Saya berteriak dan memohon agar dibawa ke rumah sakit, tapi satupun tidak ada yang mau. Bahkan ayahnya malah menyuruh tetap begitu saja sampai polisi datang sambil diberi bantal pada kepalanya di dalam kamar mandi itu," sambungnya. 

Kepada wartawan, DJ mengaku tidak yakin jika tunangannya itu tewas bunuh diri. Dia juga membantah bahwa MA merasa putus asa karena uang pernikahan tak kunjung diberi ibunya yang sedang di Nias.

"Sebab umumnya orang yang bunuh diri itu kan lidahnya keluar, dan dari bawah kemaluannya mengeluarkan cairan. Tapi semuanya tidak ada sama sekali,” kata DJ.

Kapolsek Siantar Barat Iptu Esron Siahaan membenarkan adanya peristiwa pemuda gantung diri di kediamannya. Esron belum mengetahui secara pasti MA bunuh diri. Namun, dia menduga pemuda itu putus asa karena persoalan biaya nikah.

“Mungkin korban putus asa karena bantuan untuk biaya pernikahan dari ibu kandungnya yang tinggal di Nias tak kunjung datang,” ujar Esron.


Artikel Menarik Lainnya:


TAG
Nanda Fahriza Batubara

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US