The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Akibat 3 Hal Ini, Pertamina Rugi Rp11,3 Triliun di Semester-I 2020
Ilustrasi Kantor Pusat Pertamina. (Wikimapia)
News

Akibat 3 Hal Ini, Pertamina Rugi Rp11,3 Triliun di Semester-I 2020

Karena apa?

Selasa, 25 Agustus 2020 15:49 WIB 25 Agustus 2020, 15:49 WIB

INDOZONE.ID - Ada tiga hal utama yang disebut membuat perusahaan migas nasional, PT Pertamina (Persero) menderita kerugian hingga US$905.905 atau sekitar Rp11,3 triliun. Tiga hal tersebut yakni masalah pandemi Covid-19, penurunan harga minyak, hingga fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. 

Hal itu diungkapkan oleh Corporate Communication PT Pertamina, Fajriyah Usman, Selasa (25/8/2020). Menurut Fajriyah, tiga hal yang disebutnya triple shock itu terjadi sepanjang tahun ini dan membuat kinerja perseroan terseok-seok di semester I 2020. 

Seperti diketahui dalam laporan keuangan Pertamina menderita kerugian sebesar US$905.905. Kondisi ini berbeda dengan realisasi pada semester I 2019 yang justru meraup untung US$552.659.

“Pertamina terkena triple shock, dari sisi demand atau penurunan penjualan yang signifikan. Harga minyak mentah yang turun sehingga berdampak pada pendapatan di sektor hulu serta fluktuasi rupiah sehingga terjadi kerugian selisih kurs,” ungkap Fajriyah. 

Namun demikian, Fajriyah optimistis bahwa di sisa waktu tahun ini perseroan akan mampu membalikkan keadaan sehingga perusahaan bisa kembali mencatatkan laba bersih. Walaupun disadari bahwa untuk mencapai target tersebut tidaklah mudah lantaran kondisi global masih belum pulih akibat pandemi Covid-19 yang masih terjadi.

“Pertamina optimis sampai akhir tahun akan ada pergerakan positif sehingga ditargetkan laba juga akan positif. Mengingat perlahan harga minyak dunia sudah mulai naik dan juga konsumsi BBM (Bahan Bakar Minyak) baik industri maupun retail juga semakin meningkat," tuturnya. 

Kemudian untuk bisa melewati tantangan yang begitu besar di tahun ini, Pertamina disebut telah melakukan berbagai perbaikan, mulai dari sisi internal ataupun eksternal. Meski begitu dipastikan bahwa pelayanan Pertamina akan tetap diutamakan di tengah adanya perbaikan di berbagai lini bisnis.

“Yang paling penting adalah bahwa ditengah tantangan 2020, Pertamina tetap konsisten menjaga operasional pelayanan untuk seluruh masyarakat Indonesia dan menjaga ketahanan energi sehingga tetap menggerakkan perekonomian nasional,” pungkasnya.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fiddy Anggriawan
Yulia Marianti
Sigit Nugroho
JOIN US
JOIN US