The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

BMKG: Superposisi Gelombang Air Pasang di Manado Diprediksi Masih Terjadi
Sejumlah warga melihat ombak tinggi yang menerjang pesisir kawasan bisnis di Kota Manado, Sulawesi Utara, Minggu (1712021). (ANTARA/ADWIT B PRAMONO)
News

BMKG: Superposisi Gelombang Air Pasang di Manado Diprediksi Masih Terjadi

Masyarakat diminta waspada.

Senin, 18 Januari 2021 08:23 WIB 18 Januari 2021, 08:23 WIB

INDOZONE.ID - Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Bitung, Daryatno menjelaskan superposisi gelombang tinggi dan pasang air laut di Manado diprediksi masih terjadi hingga dua hari ke depan. Masyarakat diminta waspada banjir pesisir di wilayah tersebut.

"Masyarakat di wilayah pesisir Manado kami imbau untuk meningkatkan kewaspadaan dampak gelombang tinggi dan angin kencang serta terus memperhatikan informasi terkini dari BMKG," kata Daryatno dikutip Antara, Senin (18/7/2021).

Berdasarkan analisis model InaWAVE-BMKG pada Minggu (17/1/2021), tinggi gelombang di perairan utara Sulawesi Utara berkisar antara 2,5-4,0 meter atau termasuk ke dalam kategori gelombang tinggi (rough seas).

Menurut dia, peningkatan kecepatan angin di pesisir Utara Sulawesi memicu terjadinya peningkatan tinggi gelombang dalam skala lokal dan bertepatan dengan pasang air laut maksimum. Hal ini menyebabkan, gelombang pasang lebih tinggi di pesisir Utara Sulawesi, termasuk Manado.

Dia menerangkan, perbedaan tekanan udara antara wilayah utara dan selatan khatulistiwa yang cukup signifikan menyebabkan kondisi medan angin secara regional menunjukkan pola Fetch (Angin dengan arah konstan dalam area yang luas) yang cukup panjang, sehingga potensi peningkatan kecepatan angin semakin tinggi.

Data dari peta analisis angin gradien 12:00 UTC (20:00 WITA) terdapat sistem tekanan rendah (1006hPa) di sekitar Laut Sulawesi yang menarik massa udara ke pusat sirkulasi.

Selain itu, terdapat dua siklon tropis aktif di belahan bumi bagian selatan, yaitu Siklon Tropis Joshua (994hPa 40kt) dan Kimi (994hPa 40kt), serta terdapat beberapa area sirkulasi tekanan rendah di belahan bumi bagian selatan yang menarik massa udara dari belahan bumi bagian utara.

Kondisi pasang air laut maksimum menunjukkan peningkatan menuju pasang maksimum harian setinggi 170-190 cm dari rata-rata tinggi muka air laut (Mean Sea Level/MSL) pada pukul 20.00-21.00 WITA. Ketinggian pasang maksimum harian diprediksi akan mengalami peningkatan lebih tinggi dari MSL.

Sebelumnya, ombak besar menghantam pesisir Manado pada Minggu (17/1/2021) sore karena gelombang tinggi dan air pasang laut. Daryatno menjelaskan, beberapa hari terakhir wilayah Sulawesi Utara dilanda hujan lebat angin kencang dan gelombang tinggi di beberapa wilayah perairan.

"Fenomena cuaca seperti ini sebenarnya merupakan fenomena cuaca alamiah yang biasa terjadi terutama pada saat puncak musim hujan seperti saat ini," pungkasnya.

Artikel Menarik Lainnya

TAG
Fiddy Anggriawan

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US