The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Polri Sidik Kasus Dugaan Penipuan Proyek Asian Games 2018 dengan Total Kerugian Rp8,9 M
Ilustrasi banner Asian Games 2018 di Indonesia. (BPG)
News

Polri Sidik Kasus Dugaan Penipuan Proyek Asian Games 2018 dengan Total Kerugian Rp8,9 M

Pencucian uang.

Senin, 13 Juli 2020 19:43 WIB 13 Juli 2020, 19:43 WIB

INDOZONE.ID - Subdit III Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri saat ini tengah menyidik kasus dugaan penipuan dan pencucian uang pembangunan proyek Asian Games 2018, yang dilakukan oleh FA alias Ayong. Dalam kasus ini, kerugian akibat ulah FA ditaksir mencapai Rp8,9 miliar.

"Bareskrim Polri telah melakukan penyidikan tindak pidana penipuan dan pencucian uang dengan total kerugian sebesar Rp8,9 miliar," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Awi Setyono dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Senin (13/7/2020).

Awi mengatakan kasus ini berawal pada Januari 2017 lalu saat FA menghubungi Direktur PT MRU, Elvan Hamzah dan menyampaikan dirinya mendapatkan beberapa proyek salah satunya proyek avenue Asian Games proyek yang dilanjutkan pembuatan embung di Stadion Asian Games 2018 di Jakabaring, Palembang. Awalnya Direktur PT MRU tidak berminat namun dengan bujuk rayu FA akhirnya sang direktur berminat.

"Dari awal sebenarnya Pak Hamzah ini tidak mau, namun dengan bujuk rayu tawaran dari FA ini yang bersangkutan akhirnya tertarik dengan iming-iming tersangka menyampaikan akan mendapatkan uang besar yang berasal dari APBD maupun APBN dan menjamin kelancaran pembayaran dengan jangka waktu paling lama satu sampai 1,5 bulan setelah batu split atau batu belah sampai ke tempat pengiriman yaitu di Palembang," papar Awi.

Dalam proyek ini membutuhkan batu split atau batu belah sebanyak lima tongkang atau sebanyak lima kapal pengangkut barang. Singkat cerita, setelah batu itu diterima dan penagihan keluar, staf maupun FA sulit dihubungi dan FA tidak pernah memberikan kejelasan waktu terkait pembayaran batu itu.

Atas dasar itulah kuasa hukum dari PT MRU, PT. MDP dan PT. PBBS yakni Lastri Sulastri melaporkan kasus dugaan penipuan ini ke Bareskrim Polri. Polisi juga sudah menetapkan FA sebagai tersangka dalam kasus ini.

"Berdasarkan hal tersebut tentunya penyidik melakukan pemeriksaan dan sudah diperiksa sebanyak 19 saksi termasuk pelapor, termasuk juga terlapor waktu itu. Akhirnya FA alias Ayong oleh penyidik ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penipuan dan pencucian uang," kata Awi.

Atas perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 379 A KUHP junto Pasal 3 UU nomor 8 tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan TPPU. Tersangka terancam hukuman paling lama 20 tahun penjara dan denda paling banyak Rp10 miliar.
    


Artikel Menarik Lainnya:

TAG

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US