The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Lagi! Anak Kucing Hutan Masuk Kampung, Diduga Terpisah dari Induk Akibat Habitat Terganggu
Anak kucing hutan Jawa (Prionailurus bengalensis) sebelum diserahkan ke BKSDA Kediri, Senin (12/4/2021). (Antaranews)
News

Lagi! Anak Kucing Hutan Masuk Kampung, Diduga Terpisah dari Induk Akibat Habitat Terganggu

Selasa, 13 April 2021 19:31 WIB 13 April 2021, 19:31 WIB

INDOZONE.ID - Seorang warga tanpa sengaja menemukan anak kucing hutan (Prionailurus bengalensis) masuk ke Desa Tunge, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri pada Jumat (9/4/2021) malam.

Laporan keberadaan kucing hutan itu disampaikan tim Sugriwa Lembaga Edukasi Cinta Satwa dan Konservasi (Les Cakra) Muhammad Bayu Kurniawan, Selasa (13/4/2021).

"Kami juga mendapat informasi awal dari seorang warganet atas nama @nyomanGalihfatoni yang menghubungi Les Cakra melalui pesan langsung (direct message) akun instagram kami pada malam itu juga," tutur Bayu dilansir ANTARA.

Pemilik rumah yang mengetahui keberadaan anak kucing hutan adalah Solikhin, warga Dusun Tanjung Anom, Desa Tunge.

Dia tak sengaja mendengar suara anak kucing mengeong di dapur rumahnya.

Awalnya, satwa itu dikira sebagai anak kucing biasa. Solikhin lalu memanggil keponakannya, Galih Fatoni, untuk menangkap dan mengevakuasi hewan tersebut.

Dari Galih Fatoni inilah Solikhin akhirnya tahu bahwa anak kucing yang masuk ke dalam rumahnya adalah jenis satwa liar yang dilindungi karena terancam punah.

Kesadaran akan perlindungan satwa mendorong naluri Galih untuk menghubungi Lembaga Edukasi Cakra yang dikenalnya.

Pada Agustus 2020, lembaga itu juga melakukan evakuasi satwa sejenis yang ditemukan warga tersesat di Desa Jetis Kecamatan Wates.

Kurang lebih usia anak kucing hutan Jawa atau macan rembah saat itu sama dengan yang barusan diketemukan warga di Desa Tunge, yakni antara 2-3 bulanan.

Anak kucing hutan yang baru belajar mencari makan sendiri di alam liar tersebut masuk pemukiman warga dari arah perkebunan tebu.

"Kemungkinan anak kucing hutan ini terpisah dari induknya karena habitat terganggu," kata Ketua Les Cakra Yuga Hermawan memperkirakan.

Belum ada temuan anak kucing hutan lain. Sementara anak kucing hutan yang ditemukan Solikhin dan Galih Fatoni di rumah Galih telah dievakuasi tim Sugriwa Les Cakra pada Sabtu (10/4/2021) siang.

Sempat dirawat beberapa hari karena adanya luka di bagian sekitar bibir, macan rembah tersebut akhirnya diserahkan ke Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Kediri pada Senin (12/4/2021) untuk mendapat penanganan konservasi yang layak.

"Kami sangat mengapresiasi kesadaran warga yang melaporkan temuan satwa liar jenis kucing hutan Jawa ini mengingat statusnya yang masuk daftar Appendix II CITES, yang artinya jenis satwa ini masuk spesies yang dilindungi karena jumlahnya di dunia yang terus menurun dan terancam punah," kata Yuga.

Mewakili komunitas peduli dan cinta satwa dan konservasi, Yuga juga menyampaikan terima kasih atas kesadaran masyarakat untuk menyerahkan satwa dilindungi.

"Apalagi ini dilakukan bahkan sebelum kami edukasi. Karena yang kali ini keliatan sekali mereka sadar pentingnya kelestarian satwa liar untuk keseimbangan alam. Harapannya semakin banyak yang paham pentingnya kelestarian satwa liar seperti kucing hutan ini karena jumlahnya yang semakin sedikit," ujar Yuga.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Nanda Fahriza Batubara
JOIN US
JOIN US