The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

38,6 Persen Sekolah di Indonesia Siap PTM, Kemendikbudristek Ingatkan Disiplin Prokes
Sejumlah siswa mengikuti kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) hari pertama di SMAN 03 Batam Center, Batam ,Kepulauan Riau, Senin(4/10/2021). (photo/ANTARA FOTO/Teguh Prihatna/ilustrasi)
News

38,6 Persen Sekolah di Indonesia Siap PTM, Kemendikbudristek Ingatkan Disiplin Prokes

Selasa, 19 Oktober 2021 23:48 WIB 19 Oktober 2021, 23:48 WIB

INDOZONE.ID - Kemendikbudristek menyebutkan sekitar 38,6 persen atau 82.624 sekolah untuk seluruh jenjang pendidikan di Indonesia per 19 Oktober 2021 siap melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas.

“Sesuai dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri bahwa sudah mulai bisa mengadakan pembelajaran tatap muka terbatas. Kementerian juga sudah menyiapkan panduan terkait bagaimana sekolah dalam melaksanakan PTM,” kata Koordinator Fungsi Peserta Didik, Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Kemendikbudristek, Rika Rismayati, Selasa (19/10)

Terkait dengan PTM, mulai dari kepala dinas pendidikan, kepala satuan pendidikan atau sekolah, hingga Satgas COVID-19, memegang tanggung jawab terkait hal itu.

Seluruh tanggung jawab setiap pihak, telah dijabarkan dalam panduan yang dikeluarkan Kemendikbudristek.

Rika menyebutkan tim Satgas COVID-19 di satuan pendidikan harus memiliki tiga komponen yang terdiri dari tim pembelajaran, psikososial, dan tata ruang; tim kesehatan, kebersihan, dan keamanan; serta tim pelatihan dan humas. Mereka akan memantau segala aktivitas dan keperluan protokol kesehatan di sekolah.

Selain Satgas COVID-19, Rika juga menekankan pentingnya fungsi dan peran Unit Kesehatan Sekolah (UKS) yang telah tersedia agar dimaksimalkan dalam rangka pencegahan penyebaran COVID-19. 

Baca juga: Nikita Mirzani Sebut Penyapu Jalan Tol di Podcast, Deddy Corbuzier Disomasi Pekerja Sosial

“Seluruh komponen UKS perlu dioptimalkan perannya. Mereka harus lebih jauh lagi melihat dan memaksimalkan sumber daya yang ada, jadi tidak menambah SDM,” ujarnya.

Ia menekankan Satgas COVID-19 dan tim pelaksana UKS wajib mengamati kesehatan di lingkungan pendidikan dan apabila ada yang mengalami gangguan kesehatan harus mengikuti protokol kesehatan 3T (tes, telusur, dan tindakan).

Menurut Rika, pelaksanaan PTM terbatas perlu dipersiapkan dengan baik dan dilakukan simulasi atau uji coba untuk mengidentifikasi titik lengah dan mengoreksi kelemahannya.

“Kedisiplinan dan konsistensi dalam penerapan protokol kesehatan juga merupakan kunci keberhasilan PTM terbatas yang aman dan selamat,” tambahnya.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Kana
Kana

Kana

Editor

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US