The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

7 Orang Tewas dan 4 WNA Luka-luka Akibat Ledakan Bom di Kabul
REUTERS/Omar Sobhani
News

7 Orang Tewas dan 4 WNA Luka-luka Akibat Ledakan Bom di Kabul

Kamis, 14 November 2019 13:00 WIB 14 November 2019, 13:00 WIB

INDOZONE.ID - Bom yang meledak pada Rabu (13/11), di Kabul, ibu kota Afghanistan menelan korban jiwa sebanyak tujuh orang. Tak hanya itu, dilaporkan ada 10 orang lainnya termasuk juga empat Warga Negara Asing (WNA) yang mengalami luka-luka.

Berdasarkan dari keterangan pihak terkait, bom itu berasal dari sebuah mobil yang akan menyerang kendaraan milik perusahaan keamanan asing. Sampai saat ini, belum ada pihak yang mengaku akan bertanggung jawab terhadap insiden tersebut.

Nasrat Rahimi selaku juru bicara Kementerian Dalam Negeri, mengatakan bahwa seorang pelaku bom bunuh diri mengendarai sebuah mobil, lalu menabrakannya ke kendaraan berlapis baja milik GardaWorld, perusahaan penyedia jasa keamanan asal Kanada. Dari insiden ini, dilaporkan empat pegawai GardaWorld mengalami luka-luka.

bom
REUTERS/Omar Sobhani

"Tujuh warga Afghanistan tewas akibat ledakan, 10 orang lainnya termasuk empat WNA luka-luka," ujar Rahimi.

Meskipun begitu, Rahimi belum bisa mengatakan pekerjaan WNA yang jadi korban ledakan bom. Namun, seorang pejabat senior di Afghanistan mengatakan bahwa empat WNA tersebut kemungkinan berasal dari India atau Nepal.

Kini, aparat kepolisian di Kabul tengah berusaha untuk mencari tahu identitas diri korban luka-luka. Sedangkan, perusahaan GardaWorld dan pejabat dari Kementerian Luar Negeri India dan Nepal, belum dapat dihubungi untuk dimintai keterangan.

bom
REUTERS/Omar Sobhani

Ledakan ini sendiri terjadi sehari setelah Pemerintah Afghanistan sepakat, untuk menukar sandera yang ditahan dengan anggota garis keras Taliban. Pertukaran ini dimaksudkan sebagai awal perundingan damai di antara kedua belah pihak.

Dua komandan Taliban dan pemimpin organisasi garis keras Haqqani, dibebaskan oleh aparat sebagai ganti dari dua profesor berkebangsaan Amerika Serikat dan Australia yang ditahan oleh organisasi garis keras itu. Sejumlah pengamat menilai bahwa pertukaran ini dapat membuka perundingan damai bagi kedua pihak.

bom
REUTERS/Omar Sobhani

Sementara itu, hingga kini Taliban masih menolak untuk berunding dengan Pemerintah Afghanistan yang didukung oleh AS. Menurut Taliban, pemerintah merupakan "rezim boneka".

Salah satu anggota garis keras yang dibebaskan ialah Anas Haqqani. Anas adalah adik dari Sirajuddin Haqqani, petinggi kedua Taliban serta pemimpin jaringan Haqqani. Jaringan ini sendiri diyakini sebagai kelompok yang berbahaya kerap bertanggung jawab atas sejumlah serangan di Kabul.

bom
REUTERS/Omar Sobhani

Ledakan bom di Kabul ini terjadi di masa tenang usai dilakukan pemilihan presiden pada September lalu. Saat pemungutan suara berlangsung, sejumlah aksi teror di Taliban terjadi. Insiden teror ini bahkan menewaskan hingga 85 orang.

Menurut data dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), hingga pertengahan tahun 2019, ada sekitar 4.000 warga sipil yang tewas dan luka-luka akibat konflik pemerintah Afghanistan dan pasukan asing.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Indozone
Putri
Putri

Putri

Writer
Putri

Putri

Reporter

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US