The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Bersih-bersih BUMN, Erick Thohir: Untuk Memperbaiki Sistem
Menteri BUMN Erick Thohir & Jaksa Agung ST Burhanuddin (Istimewa)
News

Bersih-bersih BUMN, Erick Thohir: Untuk Memperbaiki Sistem

Untuk kepentingan bangsa dan negara.

Selasa, 28 Juni 2022 11:40 WIB 28 Juni 2022, 11:40 WIB

INDOZONE.ID - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menegaskan, upaya program bersih-bersih BUMN yang dilakukan pihaknya, adalah bagian untuk memperbaiki sistem.

Menurut Erick, upaya bersih-bersih ini bertujuan untuk kepentingan bangsa dan negara. Harapannya, kasus serupa tidak terjadi di kemudian hari karena sistemnya sudah diperbaiki.

Lebih lanjut, Erick mengungkapkan hal tersebut saat bersama Jaksa Agung ST Burhanuddin merilis perkembangan kasus korupsi yang melibatkan unsur BUMN.

Salah satunya, mengumumkan dua nama tersangka baru kasus dugaan korupsi pengadaan pesawat di PT Garuda Indonesia di kantor Kejaksaan Agung Jakarta, Senin 27 Juni 2022.

Dalam jumpa pers bersama itu, Jaksa Agung ST Burhanuddin menempatkan Emirsyah Satar dan Soetikno Soedardjo sebagai tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi pengadaan pesawat PT Garuda Indonesia.

Erick thohir
Potret Menteri BUMN Erick Thohir & Jaksa Agung ST Burhanuddin (Istimewa)

Sebelumnya Kejaksaan Agung (Kejagung) juga telah menetapkan dua tersangka kasus dugaan korupsi di Garuda yakni SA selaku VP Strategic Management Office PT Garuda Indonesia tahun 2011-2012. SA dijadikan tersangka karena sebagai tim pengadaan Pesawat CRJ 1000 dan Pesawat ATR 72-600 Garuda Indonesia.

Tersangka lain berinisial AW adalah Executive Project Manager Aircraft Delivery PT Garuda Indonesia tahun 2009-2014, dan sebagai anggota tim pengadaan Pesawat CRJ-1000 serta tim pengadaan Pesawat ATR 72-600.

Menurut Erick, upaya ini yang disertai dengan restrukturisasi atau penyelamatan PT Garuda Indonesia, sudah mulai membuahkan hasil. Ia memaparkan, upaya penyelamatan Garuda sudah mulai terlihat terutama saat voting penundaan pembayaran utang PT Garuda Indonesia.

Dari 61 suara minimal yang dibutuhkan, pada akhirnya diraih 91 suara. Artinya, kata Erick Thohir, ada kepercayaan dari pihak investor karena ada transparansi dalam proses penyelesaian kasus PT Garuda Indonesia ini.

"Ini merupakan bukti kalau mau berkolaborasi dengan baik sesama instansi pemerintah, tentu dikelola secara profesional dan transparan kita bisa menghasilkan sesuatu yang baik buat negara dan bangsa ini,” ujar Erick Thohir.

Lebih lanjut Erick Thohir menjelaskan, upaya bersih-bersih BUMN yang paling tampak jelas hasilnya terjadi di PT Jiwasraya. Meskipun hasilnya belum sempurna, tetapi menurut Erick Thohir,  PT Jiwasraya sudah berjalan di jalur yang benar.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Edi Hidayat
Marghareta Anandya
JOIN US
JOIN US