The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Data Pribadi Bocor, BPKN: Negara Belum Hadir Melindungi Masyarakat
Ilustrasi data bocor. (freepik)
News

Data Pribadi Bocor, BPKN: Negara Belum Hadir Melindungi Masyarakat

Regulasinya tak ada.

Senin, 06 Juli 2020 15:58 WIB 06 Juli 2020, 15:58 WIB

INDOZONE.ID - Wakil Ketua Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN), Rolas Sitinjak, mengaku tidak heran kenapa di Indonesia saat ini banyak data pribadi masyarakat atau publik yang bocor hingga diperjualbelikan.

"Karena regulasinya tidak ada," kata Rolas kepada Indozone, Jakarta, Senin (6/7/2020).

Rolas menyatakan, hingga kini tidak ada regulasi atau Undang-undang yang khusus untuk melindungi data pribadi masyarakat atau publik. Padahal, potensi data tersebut disalahgunakan sangat besar oleh oknum tertentu, terutama platform jual beli online atau di e-commerce.

"Kehadiran negara sangat tidak ada. Padahal zaman sekarang orang berbondong-bondong ke polisi gara-gara datanya hilang, dipalsukan, dan lain-lain," ujarnya.

Dia menambahkan, bahwa kasus data pribadi yang disalahgunakan oleh oknum tertentu sudah sering terjadi di Indonesia. Akan tetapi, penyelesaian tidak pernah karena regulasinya tidak ada sebagai acuan untuk menindaklanjutinya.

"Saya melihat kehadiran negara tidak ada di situ," ungkapnya.

Diketahui kasus terbaru terjadi dialami oleh Tokopedia. Pertengahan Mei 2020 lalu, publik dikejutkan dengan kabar bocornya data pengguna e-commerce ini.

Kebocoran data ini melibatkan 91 juta akun pengguna Tokopedia meliputi nama, email, alamat, nomor telepon dan sejumlah data lainnya. Diketahui salah satu anggota dari akun Raidforums.com menjadi pelaku peretasan tersebut.

Lembaga Riset Siber Indonesia CISSRec (Communication and Information System Security Research Center) menemukan bukti penjualan 91 juta data pengguna Tokopedia di laman Facebook. Menurut Chairman CISSReC Pratama Persadha, link tersebut diposting oleh salah satu anggota grup keamanan siber yang memiliki anggota 15 ribu anggota.

Ilustrasi data bocor. (freepik)
Ilustrasi data bocor. (freepik)

Diketahui akun bernama @Celllibis dari Raidforums membagikannya pada Jumat (3/7/2020) sebelum hadir di Facebook. Untuk membeli data tersebut di dark web dengan harga US$5 ribu atau Rp72,6 juta. Apabila ingin mengunduh data pengguna Tokopedia dibutuhkan VPN karena semua data tersimpan dalam server yang berada di Amerika Serikat.

Situs Raidforums menerapkan credits dan link download, misalnya member bisa menaruh deposit uang via Paypal sebesar Rp130 ribu. Apabila pembayaran telah selesai maka link hosting akan muncul dan siap diunduh.

Terbaru, Denny Siregar lewat akun Twitter-nya, @Dennysiregar7, mengaku kaget bocornya datanya di dunia maya. Karena itu, ia meminta Telkomsel harus bertanggung jawab.

"Jujur, gua sih gak takut. Keluarga juga. Gada yg disembunyiin, wong gua bukan Imam besar yang lari krn chat sex. Tapi @Telkomsel harus tanggung jawab dgn datanya. Bayangkan, seandainya data itu dipegang teroris ? Kalian semua pengguna @Telkomsel sama rentannya dgn gua skrg,"  cuit @Dennysiregar7.


Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Desika Pemita
Yulia Marianti
Murti Ali Lingga

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US