The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Mahasiswa Mencari Menteri Nadiem, Ini Tanggapan dari Kemendikbud
Nadiem Makariem. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)
News

Mahasiswa Mencari Menteri Nadiem, Ini Tanggapan dari Kemendikbud

Rabu, 03 Juni 2020 16:05 WIB 03 Juni 2020, 16:05 WIB

INDOZONE.ID - Menyusul pernyataan warganet yang terdiri dari  mahasiswa terkait dengan kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT), Pelaksana Tugas Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Prof Nizam memastikan tak ada kenaikan UKT.

"Kemendikbud memastikan tidak ada kenaikan UKT pada masa pandemi COVID-19. Sesuai laporan, jika ada kampus yang menaikkan UKT, keputusan tersebut diambil sebelum masa pandemi dan diberlakukan kepada mahasiswa baru sesuai kemampuan ekonomi orang tua," ujar Nizam dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (3/6/2020).

Ia menegaskan, keputusan soal UKT tak boleh membuat mahasiswa jadi tak bisa melanjutkan pendidikan di bangku kuliah.

Nizam menambahkan, berdasarkan keputusan Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI), ada empat pilihan untuk mengatasi masalah UKT, yakni menunda pembayaran, mencicil pembayaran, mengajukan penurunan UKT, dan mengajukan bantuan finansial bagi yang berhak.

Seluruh mekanisme pengajuan dan keputusan kata Nizam diatur oleh masing-masing PTN. Mahasiswa bisa mengajukan keringanan UKT kepada pimpinan PTN sesuai dengan prosedur yang berlaku.

"Pemerintah juga memfasilitasi pemberian bantuan KIP Kuliah bagi mahasiswa PTN dan PTS. Tahun in pemerintah mengalokasikan KIP Kuliah bagi 400.000 mahasiswa," jelasnya.

Sebelumnya, Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) mencari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim.

Mahasiswa meminta gar Nadiem bisa memberikan relaksasi biaya kuliah terhadap mahasiswa, khususnya yang terdampak Covid-19, apalagi selama pandemi corona mahasiswa belajar di rumah.

"Tuntutan kami kepada Mendikbud mencakup pembebasan atau relaksasi biaya kuliah atas dampak penerapan belajar dari rumah dan tidak dapat diaksesnya berbagai fasilitas kampus, biaya besar kuota internet sebagai pengganti perkuliahan melalui daring yang menghabiskan kuota internet, dan pemberian bantuan logistik kepada mahasiswa terdampak COVID-19 yang terisolasi di sekitar kampus," kata BEM SI, Remi Hastian dilansir dari Antara, Selasa (2/6/2020). 

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Zega
Putri
Zega

Zega

Editor
Putri

Putri

Writer
JOIN US
JOIN US