The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Sosok Brigjen Prasetyo Utomo Dituduh Lindungi Djoko Tjandra, Propam Polri Diminta Periksa
Brigjen Prasetyo (Prsetijo) Utomo (kanan), Djoko Tjandra (kiri). (Foto: Istimewa)
News

Sosok Brigjen Prasetyo Utomo Dituduh Lindungi Djoko Tjandra, Propam Polri Diminta Periksa

Rabu, 15 Juli 2020 13:54 WIB 15 Juli 2020, 13:54 WIB

INDOZONE.ID - Brigjen Prasetyo (Prsetijo) Utomo diminta dicopot dari jabatannya saat ini sebagai Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan (Penyidik Pegawai Negeri Sipil) PPNS Bareskrim Polri.

Polisi berpangkat bintang satu itu jadi sorotan dikaitkan dengan kaburnya buronan Djoko Tjandra.

Adalah Indonesia Police Watch (IPW) menuding Prasetyo Utomo sebagai biang kerok buronan nomor satu Djoko Chandra pemerintah RI bisa jalan-jalan di dalam negeri lalu kabur dan menghilang tanpa jejak.

"IPW mendesak agar Brigjen Prasetyo Utomo segera dicopot dari jabatannya dan diperiksa oleh Propam Polri," kata Ketua Presidium IPW Neta S Pane kepada Indozone.id, Rabu (15/7/2020).

Djoko Chandra buronan pengalihan hak tagih Bank Bali sejak tahun 2009.

Dalam kasusnya, Djoko oleh MA diputus bersalah dan harus dipenjara 2 tahun. Tak hanya itu, ia juga diwajibkan membayar denda Rp 15 juta serta uangnya di Bank Bali sebesar Rp 546 miliar dirampas untuk Negara. 

Namun sebelum MA membutus bersalah 10 Juni 2009, dia kabur berhasil kabur ke Papua Nugini dan menjadi warga negara di sana.

Djoko S Tjandra (Antara Foto)
Djoko S Tjandra (Antara Foto)

Dari data yang diperoleh IPW, Surat Jalan untuk Djoko Chandra dikeluarkan Bareskrim Polri melalui Biro Koordinasi dan Pengawasan PPNS, dengan Nomor: SJ/82/VI/2020/Rokorwas, tertanggal 18 Juni 2020, yang ditandatangi Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan PPNS Bareskrim Polri Brigjen Prasetyo Utomo.

Dalam surat jalan tersebut Djoko Chandra disebutkan berangkat ke Pontianak Kalimantan Barat pada 19 Juni dan kembali pada 22 Juni 2020.

Siapa sebenarnya sosok Brigjen Prasetijo Utomo?

Prasetyo Utomo sendiri adalah alumni Akpol 1991, teman satu Angkatan dengan Kabareskrim Komjen Sigit.

Berdasarkan penelusuran Indozone.id, Prasetyo Utomo yang lahir di Jakarta 1970 sebelum memangku jabatan Karo Korwas PPNS Bareskrim Polri, dia sebelumnya menjabat sebagai Kabagkembangtas Romisinter Divhubinter Polri.

Prasetijo Utomo juga pernah menjabat sebagai Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel.

Saat menjabat sebagai Karo Korwas PPNS Bareskrim Polri, Prasetijo Utomo pernah menyita aset dan bangunan hotel salah satu pengusaha asal Surabaya yang diduga mengemplang pajak negara hingga Rp200 miliar di Bali tahun 2019 lalu.

Saat itu aset tanah dan bangunan yang disita Kabareskrim atas tindak lanjut kasus tindak pidana korporasi PT Gala Bumi Perkasa (GBP).

PT GBP dimiliki oleh pengusaha gaek asal Surabaya, Henry J Gunawan, yang kini sedang mendekam di Rutan Medaeng, Surabaya.

Tidak hanya itu, Agustus 2019, Prasetijo juga tercatat menutup kegiatan reklamasi di Tegal Mas di Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung.

Bareskrim Polri saat itu menegaskan bahwa tak boleh lagi ada kegiatan reklamasi di lokasi yang ditempati plang pengumuman tersebut.

Alumni Akpol 1991 cukup kompak

Alumni Akpol 1991 termasuk Brigjen Prasetijo Utomo dinilai cukup kompak. Tercatat alumni tersebut tidak hanya ada Prasetijo Utomo, namun juga ada nama-nama jenderal yang saat ini menduduki pucuk pimpinan di instansi Polri.

Selain Prasetijo Utomo, Alumni Akpol 1991 juga ada nama Listyo Sigit Prabowo yang saat ini menjabat Kabareskrim Polri.

Di samping itu juga terdapat nama Irjen Muhammad Iqbal yang kini menjabat sebagai Kapolda Nusa Tenggara Barat (NTB), Brigjen Krishna Murti menjabat Karomisinter Divhubinter Polri.

Acara reuni 25 tahun Alumni Akpol 1991
Acara reuni 25 tahun Alumni Akpol 1991. (Istimewa)

Lalu terndapat nama Irjen Mohammad Fadil Imran, kini menjabat Kapolda Jawa Timur juga merupakan alumni Akpol 1991.

Total mereka yang pernah lulus Akpol '91 ada 202 orang.

Pada tahun 2016, alumni Akpol '91 pernah membuat acara reuni dengan tajuk acara Akpol '91 'Pulang Kampung' ke Semarang.

Setelah 25 tahun kelulusan dari Akademi Kepolisian (Akpol), angkatan 1991 Bhara Daksa kembali lagi ke Semarang. Mereka menggelar reuni.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fahrizal Daulay

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US