The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Pertahankan Suku Bunga Acuan di Level 4,5%, BI Keluarkan 4 Kebijakan Baru
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. (INDOZONE/Sigit Nugroho)
News

Pertahankan Suku Bunga Acuan di Level 4,5%, BI Keluarkan 4 Kebijakan Baru

Pertimbangkan nilai tukar.

Selasa, 19 Mei 2020 16:44 WIB 19 Mei 2020, 16:44 WIB

INDOZONE.ID - Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) yang dilaksanakan pada 18-19 Mei 2020, memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan BI-7 Days Reverse Repo Rate di angka 4,5%.

Hal itu disampaikan oleh Gubernur BI, Perry Warjiyo dalam video conference hari ini, Selasa (19/5/2020).

"Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan BI 7 Day Reverse Repo Rate sebesar 4,5%. Langkah ini ditempuh dengan mempertimbangkan perlunya menjaga stabilitas nilai tukar di tengah ketidakpastian pasar keuangan global," ujar Perry.

Meski demikian, kata Perry, bukan berarti BI 'mengunci' peluang penurunan suku bunga acuan. Menurutnya, ruang untuk menurunkan suku bunga sebenarnya masih terbuka, hal itu dipicu rendahnya tekanan inflasi dan perlunya mendorong pertumbuhan ekonomi tahun ini.

Bank Indonesia, kata Perry, memandang kondisi ketidakpastian di pasar keuangan global telah mereda. Hal inilah yang kemudian membuat nilai tukar rupiah menguat di April 2020. Namun demikian, nilai tukar rupiah menurut Perry, masih undervalue sehingga ke depan masih akan lebih kuat.

"BI akan mencermati dinamika perekonomian dan pasar keuangan serta pengaruh Covid-19 terhadap perekonomian dari waktu ke waktu," kata Perry.

Sementara itu, lanjut Perry, BI juga melihat tingkat inflasi di 2020 akan berada di kisaran 3% plus minus 1% atau dalam range 2-4%.

Perry juga mengatakan, BI akan tetap menginjeksi likuiditas di perbankan dan pasar keuangan. Sejauh ini BI telah melakukan 'quantitative easing' hingga Rp583 triliun.

"BI akan terus memastikan kondisi likuiditas perbankan dalam rangka pemulihan PDB dalam rangka relaksasi kredit bank," tutur Perry.

Berikut adalah empat kebijakan baru BI, sebagai langkah percepatan penanggulangan imbas negatif akibat Covid-19:

  1. Menyediakan likuiditas bagi perbankan dalam restrukturisasi kredit UMKM dan usaha mikro di lembaga keuangan.
  2. Mempertimbangkan pemberian jasa giro atas Giro Wajib Minimum (GWM) bank yang ada di BI.
  3. Memperkuat operasi moneter dan pendalaman pasar keuangan syariah.
  4. Mendorong percepatan implementasi ekonomi dan keuangan digital melalui kolaborasi antar-bank dan fintech melebarkan akses UMKM dan masyarakat.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fahmy Fotaleno
Utami Evi Riyani
Sigit Nugroho

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US