Dampak WFH, Pertamina Catat Pemakaian LPG Melonjak Konsumsi BBM Turun 8 Persen
Petugas meletakkan jeriken berisikan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar untuk layanan pesan antar BBM Pertamina di SPBU Pertamina MT Haryono, Jakarta, Rabu (25/3/2020). (photo/ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)
News

Dampak WFH, Pertamina Catat Pemakaian LPG Melonjak Konsumsi BBM Turun 8 Persen

Jumat, 27 Maret 2020 00:06 WIB 27 Maret 2020, 00:06 WIB

INDOZONE.ID - Setelah diberlakukannya Work From Home (WFH) untuk mencegah virus corona, PT Pertamina (Persero) mencatat bahwa penggunaan BBM menurun ketimbang pemakaian Liquefied Petroleum Gas (LPG) yang naik. Lebih rincinya, hingga 16 Maret 2020 konsumsi BBM turun hingga 8 persen dari rata-rata normal harian, dari 134,87 ribu KL menjadi 123,74 ribu KL.

Meningkatnya penggunaan LPG dari sektor rumah tangga, mengingat lebih banyaknya waktu yang dihabiskan masyarakat di rumah. Subsidi LPG naik 0,7 persen dari konsumsi normal harian 21,93 ribu metrik ton menjadi 22,10 ribu metrik ton.

"Sedangkan LPG rumah tangga nonsubsidi naik 5,4 persen dari harian 2,05 ribu metrik ton menjadi 2,16 metrik ton," kata Vice President Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman, Kamis (26/3/2020).

Pertamina pun mengoptimalkan layanan pengantaran atau Pertamina Delivery Service melalui Call Center 135. Perusahaan tersebut juga melakukan penyemprotan disinfektan pada tabung-tabung LPG, fasilitas SPBU, dan penerapan prosedur tambahan untuk petugas SPBU seperti penggunaan masker, sarung tangan, dan hand sanitizer.

Fajriyah juga telah memastikan bahwa stok hingga saat ini aman. Pasokan rata-rata nasional untuk BBM berada di level 23 hari dan stok LPG selama 17 hari.

"Stok ini akan terus ditambah sesuai dengan jadwal suplai yang telah direncanakan berdasarkan tingkat konsumsi masyarakat di setiap wilayah," pungkasnya.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Kana
M. Rio Fani
Kana

Kana

Editor
M. Rio Fani

M. Rio Fani

Writer

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU