The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Habib Rizieq Bandingkan Kasusnya dengan Kerumunan BTS Meal, "Yang Itu Kok Gak Dihukum?"
Habib Rizieq Shihab. (photo/ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)
News

Habib Rizieq Bandingkan Kasusnya dengan Kerumunan BTS Meal, "Yang Itu Kok Gak Dihukum?"

Kamis, 17 Juni 2021 18:23 WIB 17 Juni 2021, 18:23 WIB

INDOZONE.ID - Mantan Imam Besar Front Pembela Islam, Habib Rizieq Shihab (HRS) membandingkan kasus pelanggaran protokol kesehatannya dengan kerumunan BTS Meal yang terjadi di gera-gerai McDonald. HRS merasa kasusnya tidak adil jika dibandingkan dengan kasus pelanggaran prokes lainnya.

"Saya nyatakan di sini: Pantas saja JPU tidak pernah merasa bersalah, bahkan selalu merasa benar dan paling benar saat melakukan diskriminasi hukum dengan kriminalisasi pasien dan dokter dalam kasus Pelanggaran Prokes RS Ummi, sementara ribuan kasus pelanggaran prokes yang lain cukup didialogkan dan dimediasikan serta dimaafkan dengan Alasan-Alasan tersebut. Pertanyaannya: Alasan Pembenar dan Alasan Pemaaf yang bagimanakah bagi Presiden dan Menteri serta Gubernur yang berulang kali melakukan Pelanggaran Prokes sehingga tidak diproses hukum pidana?" kata Habib Rizieq di PN Jaktim, Kamis (17/6/2021).

HRS menilai, telah terjadi kesenjangan hukuman antara pelanggaran protokol kesehatan yang satu dan yang lain. Ia mencontohkan perbedaan hukuman antara kasus RS Ummi dan kerumunan McDonald. 

"Alasan pembenar dan alasan pemaaf yang bagimanakah bagi gerai-gerai Mc Donald yang pun sudah berulang kali melakukan pelanggaran prokes sehingga tidak diproses hukum pidana!? Semuanya cukup dengan dialog dan mediasi serta dimaafkan," katanya.

"Sementara bagi RS Ummi yang telah berjasa membantu ribuan pasien COVID, bahkan pemerintah berutang miliaran rupiah kepada RS Ummi selama pandemi, belum lagi ratusan ribu pasien yang dibantu RS Ummi sejak berdiri, hanya karena dianggap melanggar prokes langsung diproses hukum dan dipidanakan serta diseret ke pengadilan, sehingga pasien dan dokter serta rumah sakit dikriminalisasi, karena dianggap tidak ada alasan pembenar dan alasan pemaaf maupun alasan restorative justice, sehingga tidak perlu lagi ada dialog dan mediasi serta tidak boleh dimaafkan," ucapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, promo BTS Meal yang merupakan kerja sama antara McDonald dengan boy group BTS menimbulkan kerumunan di beberapa daerah di Indonesia. Akibatnya, Polda Metro Jaya memanggil pihak McD dan kini promo tersebut sudah dihilangkan.


Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Victor Median
JOIN US
JOIN US