The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Ini yang Digali Polisi saat Periksa Dir Ops Tj Soal Kecelakaan Bus TransJ di Cawang
Proses evakuasi sopir bus Transjakarta yang tewas tergencet akibat tabrakan di Jalan MT Haryono, Jakarta Timur (Sudin Damkar Jakarta Timur)
News

Ini yang Digali Polisi saat Periksa Dir Ops Tj Soal Kecelakaan Bus TransJ di Cawang

Apa itu?

Rabu, 03 November 2021 11:12 WIB 03 November 2021, 11:12 WIB

INDOZONE.ID - Direktur Operasi Transjakarta diperiksa oleh Polda Metro Jaya terkait kasus kecelakaan maut dua bus TransJakarta di Cawang, Jakarta Timur beberapa waktu yang lalu. Polisi mencecar pertanyaan salah satunya berkaitan dengan SOP TransJakarta.

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Argo Wiyono menyebut Direktur Operasional TransJakarta dimintai keterangan terkait teknis operasional TransJakarta. Polisi juga menanyakan terkait SOP disana.

"Misalnya seperti SOP kecepatan yang diperbolehkan maksimalnya berapa di jalur busway. Ini ada standarnya enggak," kata Argo saat dihubungi wartawan, Rabu (3/11/2021).

Argo menyebut dalam Undang-undang lalu lintas dan angkutan jalan (UULLAJ) sendiri mengatur berkaitan dengan kecepatan kendaraan. Untuk itu pihaknya ingin menggali seputar SOP kecepatan bus tersebut.

"Kalau di UU Lantas sudah jelas tuh misal kecepatan di jalan tol itu minimum 60, 80, 100 km/jam. Nah untuk di busway ini ada kecepatan tertentu enggak, terus apakah bus ini dilengkapi sama penahanan kecepatan," papar Argo.

Selain Dir Ops Tj, polisi diketahui juga memeriksa seorang dokter. Dokter ini diperiksa berkaitan dengan obat-obatan yang ditemukan dikediaman sopir bus berinisial J.

"Jadi untuk menguatkan saksi-saksi terhadap kondisi pengemudi sendiri," kata Argo.

Seperti diketahui, sebuah bus Transjakarta menabrak bus serupa yang sedang menurunkan penumpang di Jalan MT Haryono, Cawang, Jakarta Timur beberapa waktu lalu. Dalam insiden ini tercatat dua orang tewas dan 31 orang lainnya mengalami luka-luka.

Diduga kuat kecelakaan itu terjadi akibat kelalian sopir bus. Sebab, sopir bus diperkirakan tidak melakukan pengereman hingga terjadi kecelakaan.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US