The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Hadapi Gelombang Covid-19 Ke-3, India Terus Perbanyak Kapasitas Alkes
Pria yang mengenakan pakaian pelindung berdiri di samping jenazah kerabat mereka, yang meninggal karena penyakit virus corona (COVID-19), sebelum dikremasi di tempat krematorium di New Delhi, India, 4 Mei 2021. (REUTERS/Danish Siddiqui)
News

Hadapi Gelombang Covid-19 Ke-3, India Terus Perbanyak Kapasitas Alkes

Rabu, 08 September 2021 11:37 WIB 08 September 2021, 11:37 WIB

INDOZONE.ID - India saat ini menghadapi potensi lonjakan kasus lagi dengan adanya musim perayaan pada September-November. 

Rumah Sakit Sir Ganga Ram saat ini sedang meningkatkan kapasitas penyimpanan oksigen hingga 50 persen, membuat jaringan pipa gas sepanjang satu km ke IGD COVID, & memasang peralatan untuk menjaga aliran oksigen tetap tinggi.

India juga telah memesan mesin pembangkit oksigen yang umumnya buatan Eropa & memerlukan waktu berbulan-bulan sebelum sampai di negara itu, mengingat tingginya permintaan global.

"Mengingat kemungkinan munculnya mutasi virus corona, dengan tingkat penularan & kekebalan yang lebih tinggi, rumah sakit terus bersiap menghadapi yang terburuk," kata Satendra Katoch, direktur medis Ganga Ram, dikutip Rabu (8/9).

Selama gelombang kedua wabah, Ganga Ram menambah kapasitas hingga hampir 50 persen menjadi sekitar 600 tempat tidur. Tapi tetap saja, sekitar 500 pasien per hari harus antri untuk dirawat. 

Secara nasional, India telah menambah lebih banyak ranjang rumah sakit dalam beberapa bulan terakhir dan mengimpor lebih dari 100 penampung oksigen sehingga jumlahnya mencapai 1.250 unit. Perusahaan seperti Linde berencana menaikkan total produksi oksigen medis India sebanyak 50 persen menjadi 15.000 ton per hari. Linde mengatakan telah mengamankan 60 dari 80 kontainer kriogenik dari kantor mereka di luar negeri untuk mengantisipasi lonjakan kasus. 

Survei pemerintah memperkirakan sebanyak dua pertiga warga India sudah memiliki antibodi untuk melawan COVID-19 secara alami, dan 57 persen orang dewasa sudah menerima sedikitnya satu dosis vaksin. Dengan kondisi itu, para ahli percaya lonjakan infeksi baru akan jauh berkurang dibandingkan gelombang kedua.

"Bahkan jika infeksi berulang atau infeksi baru muncul, sepertinya akan lebih ringan dan bisa dirawat di rumah. Persoalan serius dalam pelayanan kesehatan selama gelombang kedua kecil kemungkinan kecil akan terjadi,"kata ahli epidemiologi dan kardiologi K. Srinath Reddy, presiden Yayasan Kesehatan Masyarakat India.
 

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Zega
Silvia Marissa
Zega

Zega

Editor

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US