The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

3 Modus Penipuan Aliran Sesat Berkedok Agama
Ilustrasi. (Pixabay/Vitabello)
News

3 Modus Penipuan Aliran Sesat Berkedok Agama

Punya banyak pengikut.

Jumat, 17 Januari 2020 05:21 WIB 17 Januari 2020, 05:21 WIB

INDOZONE.ID - Belakangan ini, netizen dibuat heboh dengan kemunculan Keraton Agung Sejagat, di mana video kirab budaya Keraton Agung beredar di media sosial dan menjadi perbincangan.

Keraton Agung Sejagat sendiri berada di Purworejo tepatnya di Desa Pogung Jurutengah, Bayan. Totok Santosa dan Dyah Gitarja mengaku sebagai Raja dan Permaisuri Keraton Agung.

Keraton Agung Sejagat mengklaim menguasai wilayah seluruh dunia termasuk PBB dan Pentagon. Pengikut dari Keraton Agung Sejagat ini bisa terbilang berjumlah tidak sedikit, yakni sekitar 450 orang.

Penasihat Keraton Agung Sejagat, Resi Joyodiningrat, menegaskan bahwa Keraton Agung Sejagat bukan aliran sesat seperti yang dikhawatirkan oleh masyarakat.

Menurutnya, Keraton Agung Sejagat adalah kerajaan yang muncul karena telah berakhir perjanjian 500 tahun yang lalu antara Majapahit dengan Portugis.

Namun, Raja dan Permaisuri Keraton Agung tersebut kini ditahan oleh Polda Jawa Tengah pada Selasa (14/1/2020) malam, didasarkan atas keresahan masyarakat akibat kehadiran mereka.

Mereka pun dijerat UU Nomor 1/1946 tentang Peraturan Hukum Pidana serta pasal 378 KuHP tentang penipuan.

Nah ternyata, Keraton Agung Sejagat bukan yang pertama. Ada juga sejumlah sekte atau aliran sesat yang diklaim melakukan penipuan. Apa saja?

Berikut Indozone rangkum dari berbagai sumber, modus penipuan aliran sesat berkedok agama yang ada di Indonesia.

Padepokan Dimas Kanjeng

Terdakwa kasus pembunuhan berencana Dimas Kanjeng Taat Pribadi menjalani sidang putusan di Pengadilan Negeri (PN) Kraksaan Probolinggo, Jawa Timur, Selasa (1/8). Dimas Kanjeng Taat Pribadi menjadi terdakwa kasus pembunuhan berencana terhadap mantan pengikutnya Abdul Gani divonis pidana penjara selama 18 tahun oleh majelis hakim (ANTARA FOTO/Umarul Faruq)
Terdakwa kasus pembunuhan berencana Dimas Kanjeng Taat Pribadi menjalani sidang putusan di Pengadilan Negeri (PN) Kraksaan Probolinggo, Jawa Timur, Selasa (1/8). Dimas Kanjeng Taat Pribadi menjadi terdakwa kasus pembunuhan berencana terhadap mantan pengikutnya Abdul Gani divonis pidana penjara selama 18 tahun oleh majelis hakim (ANTARA FOTO/Umarul Faruq)

Padepokan ini dipimpin oleh Dimas Kanjeng yang memiliki nama lengkap Dimas Kanjeng Taat Pribadi. Terletak di Dusun Cengklek, Probolinggo, Jawa Timur.

Dengan kesaktian yang katanya dimiliki Dimas Kanjeng, ia mengakui kalau ia bisa menggandakan uang. Hal tersebut membuat para masyarakat mempercayainya dan menjadi pengikutnya. Bahkan banyak dari pengikut yang menyerahkan harta mereka untuk dilipat gandakan.

Alih-alih mampu menggandakan uang, dengan segala tipu dayanya ternyata Dimas Kanjeng terbukti berbohong dan terjerat kasus penipuan uang miliaran rupiah

Kerajaaan Ubur-Ubur

Ratu Aisyah, pemimpin Kerajaan Ubur-ubur (Instagram/@tanterempong)
Ratu Aisyah, pemimpin Kerajaan Ubur-ubur (Instagram/@tanterempong)

Sekte yang dipimpin oleh pasangan suami istri Rudi dan Aisyah ini sempat menjadi perbincangan besar di Indonesia, pasalnya banyak sejumlah pernyataan kontroversial yang ditebarkan kepada publik, salah satunya adalah pernyataan kalau Nabi Muhammad bukanlah seorang laki-laki.

Di samping ibadah yang nyeleneh, mereka meyakini kalau ritual yang mereka lakukan dapat membuka kunci kekayaan Indonesia di rekening yang ada di dua Bank Internasional. Selain itu mereka juga punya surat untuk mencairkan dana tersebut.

Dengan keanehan yang ada, membuat pihak berwenang tak hanya melihat sekte ini sebagai aliran sesat tetapi ada penipuan di dalamnya.

Tarekat Tajul Khalwatiyah Syekh Yusuf

modus penipuan aliran sesat berkedok agama
Ilustrasi uang rupiah. (Envatoelements/Maciejbledowski)

Puang lahang merupakan seorang kakek 74 tahun yang mengaku kalau dirinya adalah seorang rasul. Ia bahkan mendirikan Tarekat Tajul Khalwatiyah Syekh Yusuf yang memiliki banyak jamaah di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Tak hanya sesat, ternyata aliran satu ini juga melangsungkan penipuan, seperti jaminan masuk surga untuk para pengikutnya dengan membeli kartu surga senilai sekitar Rp10 ribu.

Puang Lahang kemudian harus mempertanggung jawabkan perbuatannya dan berakhir di penjara.


Itulah modus penipuan aliran sesat berkedok agama yang ada di Indonesia, bagaimana pendapat kamu guys?

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Desika Pemita
Yulia Marianti

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US