The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Kebakaran Mereda, Wilayah Australia Akhirnya Diguyur Hujan
Helikopter melayang di atas kepala saat staf taman dan petugas pemadam kebakaran memeriksa Wollemi Pines yang terancam punah untuk kerusakan akibat kebakaran hutan di Taman Nasional Wollemi. (photo/REUTERS/NSW NPWS/Handout)
News

Kebakaran Mereda, Wilayah Australia Akhirnya Diguyur Hujan

Kamis, 16 Januari 2020 20:59 WIB 16 Januari 2020, 20:59 WIB

INDOZONE.ID - Sejak Australia dikepung kebakaran hutan mulai September 2019, akhirnya untuk pertama kali hujan turun turun di seluruh Australia bagian timur termasuk negara bagian Victoria, Queensland, dan New South Wales pada Kamis (16/1).

australia
Perlindungan kebakaran semak Wollemi Pines yang terancam punah di Taman Nasional Wollemi. (photo/REUTERS/NSW NPWS/Handout)

Hujan berintensitas ringan itu membantu memadamkan api di beberapa titik yang masih menyala. Bukan hanya itu, hujan juga membuat kualitas udara lebih baik.

Badan Meteorologi setempat mencatat hujan yang turun di Melbourne pada Rabu (15/1) bahkan disertai petir. Kondisi ini membuat asap menghilang dari langit kota Melbourne.

"Hujan petir telah meningkatkan kualitas udara di sebagian besar negara bagian," tulis Badan Perlindungan Lingkungan Victoria.

Melansir dari laman media AFP, hujan diperkirakan akan terus turun hingga akhir pekan dan mengakibatkan kebakaran hutan bisa teratasi. Nammung, Dinas Pemadam Kebakaran menemukan sekitar 30 titik api terpantau aktif di New South Wales pada Kamis (16/1).

Kebakaran hutan yang melanda Australia telah menghancurkan lebih dari 2.000 rumah, 10 juta hektare lahan, dan 28 nyawa tewas. Sejumlah peneliti memperkirakan lebih dari satu miliar hewan termasuk mamalia, burung, dan reptil terbunuh karena kobaran api.

Kebakaran hutan ini juga memicu protes di berbagai kota di Australia pada Jumat (10/1) lalu. Pedemo meminta pemerintah mengambil tindakan untuk menangani perubahan iklim.

Para ilmuwan mengatakan bahwa perubahan iklim memicu kebakaran hutan menjadi mudah meluas. Akademi Sains Australia menyatakan Canberra harus mengambil tindakan lebih tegas sebagai bagian dari komitmennya untuk meminimalisir pemanasan global.

"Ketika dunia menghangat akibat perubahan iklim yang disebabkan manusia, maka ada peningkatan frekuensi dan peristiwa cuaca ekstrem," papar Presiden Akademi John Shine dalam sebuah pernyataan.

TAG
M. Rio Fani
M. Rio Fani

M. Rio Fani

Writer
TERKAIT DENGAN INI

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US