The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Italia Merasa Berat Akui Pemerintahan Taliban di Afghanistan
Para pasukan Taliban menguasai Afghanistan. (REUTERS/Handout)
News

Italia Merasa Berat Akui Pemerintahan Taliban di Afghanistan

Apa penyebabnya?

Senin, 27 September 2021 15:45 WIB 27 September 2021, 15:45 WIB

INDOZONE.ID - Menteri Luar Negeri Italia Luigi Di Maio mengatakan bahwa pemerintahan Taliban di Afghanistan tidak bisa mendapat pengakuan. Akan tetapi, mendesak negara-negara asing  mencegah krisis keuangan Afghanistan yang dapat memicu eksodus.

Mengutip dari Reuters, Italia memegang kepresidenan bergilir tahunan G20 dan akan menjadi tuan rumah KTT khusus mengenai Afghanistan.

"Pengakuan terhadap pemerintahan Taliban mustahil, sebab terdapat 17 teroris di kalangan para menteri dan hak asasi kaum perempuan serta anak perempuan masih dilanggar," kata Di Maio, yang memimpin pertemuan para menteri luar negeri G20 di New York pekan lalu, kepada stasiun TV milik negara Rai 3.

Akan tetapi warga Afghanistan harus mulai menerima bantuan finansial yang dibekukan setelah Taliban menguasai negara itu bulan lalu, katanya.

"Untuk sementara mereka tidak bisa membayar gaji. Jelas, kita harus menjauhkan  Afghanistan dari kegagalan dan arus migrasi yang tak terkendali yang dapat mengganggu stabilitas negara-negara tetangga," katanya.

"Ada cara untuk mengamankan dukungan finansial tanpa memberikan uang kepada Taliban. Kami juga sepakat bahwa bagian dari bantuan kemanusiaan harus selalu diperuntukkan bagi perlindungan kaum perempuan dan anak-anak perempuan".

Negara-negara G20 bersama dengan negara tetangga Afghanistan berkomitmen memerangi terorisme, dan berupaya melindungi HAM, ucap Di Maio.

Disinggung soal tanggal pasti KTT khusus Afghanistan, Di Maio mengatakan bahwa pertemuan itu akan digelar beberapa pekan ke depan.

"Tanggalnya belum diumumkan, tetapi kondisinya sudah siap untuk menggelar KTT G20, yang akan dipimpin oleh Perdana Menteri Mario Draghi,", katanya.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Mochamad Rezhatama Herdanu

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US