The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Cueki Ancaman AS, Presiden Erdogan: Turki Akan Beli Lebih Banyak Sistem S-400 dari Rusia
Sistem rudal S-400 milik Turki dibeli dari Rusia yang jadi ancaman AS. (Mei.edu)
News

Cueki Ancaman AS, Presiden Erdogan: Turki Akan Beli Lebih Banyak Sistem S-400 dari Rusia

Senin, 27 September 2021 11:11 WIB 27 September 2021, 11:11 WIB

INDOZONE.ID - Tak peduli dengan ancaman Amerika Serikat yang akan berlakukan sanksi kepada Turki, Presiden Tayyip Erdogan mengatakan Turki akan membeli lebih banyak sistem pertahanan rudal S-400 dari Rusia.

Washington mengatakan S-400 menimbulkan ancaman bagi jet tempur F-35 dan sistem pertahanan NATO yang lebih luas.

Turki mengatakan tidak dapat memperoleh sistem pertahanan udara dari sekutu NATO mana pun dengan persyaratan yang memuaskan.

“Di masa depan, tidak ada yang bisa ikut campur dalam sistem pertahanan seperti apa yang kami peroleh, dari negara mana dan pada tingkat apa,” kata Erdogan seperti yang dilansir Reuters, Minggu (26/9).

"Tidak ada yang bisa mengganggu itu. Kami adalah satu-satunya yang membuat keputusan seperti itu."

Presiden Erdogan saat menghadiri pertemuan dengan NATO. (Foto/Reuters)
Presiden Erdogan saat menghadiri pertemuan dengan NATO. (Foto/Reuters)

Amerika Serikat memberlakukan sanksi terhadap pimpinan Direktorat Industri Pertahanan Turki, Ismail Demir, dan tiga karyawan lainnya pada Desember setelah Turki memperoleh kiriman gelombang pertama S-400.

Pembicaraan berlanjut antara Rusia dan Turki tentang pengiriman gelombang kedua, yang berulang kali dikatakan Washington hampir pasti akan memicu sanksi baru.

Sistem pertahanan S-400 dibeli Turki dari Rusia. (id.rbth.com)
Sistem pertahanan S-400 dibeli Turki dari Rusia. (id.rbth.com)

“Kami mendesak Turki di setiap level pertemuan untuk tidak mempertahankan sistem S-400 dan menahan diri dari membeli peralatan militer tambahan Rusia,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri AS ketika ditanya mengenai Erdogan.

“Kami terus menjelaskan kepada Turki bahwa setiap pembelian senjata baru Rusia yang signifikan akan dikenai sanksi di bawah Undang-Undang Melawan Musuh Amerika Melalui Sanksi (CAATSA),” tambah juru bicara itu.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri AS menganggap Turki sebagai sekutu dan teman dan mencari cara untuk memperkuat kemitraan mereka "bahkan ketika kami tidak setuju."

Erdogan akan bertemu dengan Presiden Vladimir Putin di Rusia pada Rabu untuk membahas berbagai isu termasuk kekerasan di barat laut Suriah.

Erdogan juga mengatakan bahwa Presiden AS Joe Biden tidak pernah mengangkat masalah rekam jejak hak asasi manusia Turki.

Ditanya apakah Biden mengangkat masalah itu selama pertemuan di sela-sela KTT NATO di Brussels, Erdogan mengatakan: "Tidak. Kami tidak memiliki masalah seperti itu dalam hal kebebasan,"

Berdasarkan data dari Komite untuk Melindungi Jurnalis (CPJ), Turki merupakan salah satu negara yang memenjarakan jurnalis paling banyak.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fahrizal Daulay
JOIN US
JOIN US