The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Kematian karena Covid-19 di India Makin Seram, Terpaksa Menunggu Bersama Mayat
Kondisi krematorium di kawasan Mumbai, India, di tengah melonjaknya kematian karena covid (REUTERS/Francis Mascarenhas/File Photo).
News

Kematian karena Covid-19 di India Makin Seram, Terpaksa Menunggu Bersama Mayat

Alat untuk kremasi terbakar.

Rabu, 21 April 2021 12:32 WIB 21 April 2021, 12:32 WIB

INDOZONE.ID - Ledakan kasus Covid-19 di India menjadi semakin mengkhawatirkan. Pengelola krematorium hingga pemakaman di negara tersebut kini kewalahan dengan lonjakan kematian karena corona.

India kini menempati urutan kedua negara yang paling terdampak covid-19 di dunia. India kini kesulitan menangani gelombang kedua kasus corona dan menyalip Brasil.

Dilansir dari BBC, kawasan Maharashtra negara bagian India, menjadi kawasan yang paling terdampak karena virus corona. Krematorium bahkan harus lembur karena banyaknya kematian karena covid-19.

Baca Juga: Epidemi Memburuk, Seluruh Provinsi di India Menerapkan Blokade Total Hari Ini

"Hari masih siang dan kami telah mengkremasi 22 mayat," ujar salah satu pekerja di rumah duka di Kota Pune, Varum Jangam.

"Kami harus kremasi 50-60 mayat tiap harinya. Kami hanya memiliki enam lemari pendingin, tapi banyak sekali mayat yang dibawa ke sini. Orang-orang harus menunggu di luar bersama mayat kerabat mereka."

Varum menyebut jika ia harus bekerja lembur setiap harinya di luar waktu normalnya bekerja, yakni 8 jam. 

Dilansir dari Reuters, beberapa kota besar lainnya di India melaporkan jika jumlah kremasi dan penguburan dengan protokol virus corona yang jauh lebih besar ketimbang jumlah kematian resmi yang diumumkan. 

Tungku gas dan kayu bakar di salah satu krematorium di negara bagian Gujarat, India barat, bahkan meleleh bagian logamnya karena terlalu lama beroperasi selama lonjakan kematian karena covid-19.

Sebagai informasi, setidaknya ada 1000 kematian per hari di India karena corona. Negara itu melaporkan lebih dari 200.000 kasus harian sejak 15 April lebih tingge ketimbang jumlah penambahan kasus harian pada tahun lalu yakni 93 ribu kasus.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fiddy Anggriawan
Lanjar Wiratri
JOIN US
JOIN US