The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Fenomena Ikan Teri Berlompatan di Pantai Selatan DIY, Warga Berbondong-bondong Panen
Nelayan dan warga panen ikan teri yang berlompatan di pesisir selatan DIY. (ist)
News

Fenomena Ikan Teri Berlompatan di Pantai Selatan DIY, Warga Berbondong-bondong Panen

Kamis, 23 September 2021 18:37 WIB 23 September 2021, 18:37 WIB

INDOZONE.ID - Masyarakat yang tinggal di pesisir pantai selatan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), khususnya di wilayah Kabupaten Kulonprogo dan Kabupaten Gunungkidul, digegerkan oleh fenomena langka di mana ikan-ikan teri berlompatan di dekat karang di tepi laut sejak Selasa malam (21/9/2021).

Fenomena tersebut menjadi berkah tersendiri bagi para nelayan dan warga sekitar pantai.

Berdasarkan unggahan video akun Instagram Dinas Kelautan dan Perikanan DIY, fenomena langka tersebut terpantau di sejumlah lokasi, antara lain di Pantai Laguna, Pantai Trisik, dan Pantai Glagah di Kabupaten Kulonprogo; serta Pantai Wediombo dan Pantai Siung di Kabupaten Gunungkidul.

Nelayan dan warga panen ikan teri yang berlompatan di pesisir selatan DIY. (ist)
Nelayan dan warga panen ikan teri yang berlompatan di pesisir selatan DIY. (ist)

Dalam video tersebut, seorang petani berteriak kegirangan sembari merekam rekannya menjaring ikan teri dengan mudah.

"Teri, Lur! Kidul laguna, ra usah adoh-adoh (Selatan Laguna, gak perlu jauh-jauh). Sak mene iki (segini banyaknya)." ujarnya.

Tak mau ketinggalan dengan nelayan, warga yang bukan nelayan pun datang berbondong-bondong ke pantai buat menangkap ikan-ikan teri yang terus beterbangan dalam beberapa hari terakhir.

"Panen raya, Gaes. Hasil melimpah! Cepat tanggok, Lur!" ujar seorang pria.

Dinas Kelautan dan Perikanan DIY mengungkapkan bahwa fenomena ini termasuk fenomena yang sangat langka. Ikan teri biasanya tidak pernah ditemukan di tepi pantai.

"Fenoma yang jarang terjadi di pesisir selatan DIY dimana banyak ikan teri yang merapat di pinggir pantai, ada yang ditangkap siang hari maupun malam hari," tulis akun Dinas Kelautan dan Perikanan DIY.

Menurut akun Dinas Kelautan dan Perikanan DIY, fenomena ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Antara lain perubahan drastis suhu air laut, blooming alga/plankton sebagai pakan ikan teri, atau arus kuat dan gelombang tinggi sehingga memaksa ikan teri ke tepi.

Para nelayan yang panen raya ini pun menjual ikan-ikan teri tangkapan mereka dengan harga murah, yakni Rp10 ribu hingga Rp15 ribu per kilogram.

Artikel Menarik Lainnya:


TAG
Abul Muamar
Abul Muamar

Abul Muamar

Editor
JOIN US
JOIN US