The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Gagal ke Final 1500 M Gaya Bebas Putra, Aflah Fadlan: Semoga Bisa Ikut Lagi di Olimpiade
Aflah Fadlan di Olimpiade Tokyo 2020 - Renang - Gaya Bebas 1500m Putra - Pemanasan - Tokyo Aquatics Center - Tokyo, Jepang - 30 Juli 2021. (photo/REUTERS/Stefan Wermuth)
News

Gagal ke Final 1500 M Gaya Bebas Putra, Aflah Fadlan: Semoga Bisa Ikut Lagi di Olimpiade

Jumat, 30 Juli 2021 22:03 WIB 30 Juli 2021, 22:03 WIB

INDOZONE.ID - Meski gagal ke Final pada Olimpiade Tokyo 2020 saat bertanding di nomor 1.500 meter gaya bebas, Jumat (30/7), Aflah Fadlan tidak ingin laga tersebut menjadi kesempatan terakhir dia untuk berkompetisi di ajang multievent dunia itu.

"Setelah ini yang paling dekat adalah PON, yang akan jadi tolok ukur menuju SEA Games dan Asian Games 2022. Pada 2023 ada SEA Games lagi dan tahun 2024 Olimpiade Paris. Targetnya ingin berlanjut terus. Semoga saya bisa ikut lagi di Olimpiade, karena waktu tiga tahun tidak akan terasa," ujar Fadlan dalam keterangan tertulis, Jumat dikutip dari ANTARA.

Pada lomba terakhirnya di Heat 1 di Tokyo Aquatics Center, Fadlan menempati peringkat tiga dengan catatan waktu 15:29.94, terpaut 22,25 detik di belakang peringkat pertama Daniel Wiffen dari Irlandia.

Atlet berusia 23 tahun itu bersyukur telah berhasil menyelesaikan seluruh lomba yang diikuti dalam debutnya di Olimpiade, meski hasilnya tidak terlalu memuaskan karena belum bisa memecahkan rekor nasional.

Baca juga: Cegah Penyebaran Varian Delta, Filipina Akan Lockdown Manila mulai 6 Agustus

"Alhamdulillah, semua sudah beres dan saya telah memberikan yang terbaik untuk Indonesia. Dari catatan waktu belum masuk rekor terbaik saya ataupun rekor nasional, tapi catatan waktu ini yang terbaik sepanjang tahun 2020 karena selama ini tidak ada perlombaan, hanya kompetisi antar tim pelatnas," kata Fadlan.

"Ini hasil yang cukup baik dari kacamata saya pribadi karena lebih baik dari waktu saat Olympic trial di Jakarta," lanjutnya.

Perenang asal Jawa Barat itu sempat unggul di beberapa ratus meter awal. Memasuki pertengahan lomba, Wiffen mulai meninggalkan Fadlan dan Marcelo Acosta. Meski lebih banyak menggunakan kayuhan tangan dan sesekali menggerakkan kaki, Wiffen dan Acosta mulai meninggalkan Fadlan, yang tertahan di urutan tiga.

Terkait teknik dan strategi yang digunakan kedua lawannya, Fadlan mengatakan bahwa faktor postur membuatnya tidak bisa menggunakan teknik menghemat tenaga seperti itu.

Hasil di Tokyo akan menjadi bahan evaluasi berharga untuk kemajuan Fadlan dan renang Indonesia secara umum.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Kana
Kana

Kana

Editor
TERKAIT DENGAN INI

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US