The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Anggota DPR RI Sebut Jika Kritik Adalah Bagian Dari Demokrasi
Ilustrasi. Suasana Rapat Paripurna DPR RI dalam pengesahan UU Cipta Kerja.(photo/ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)
News

Anggota DPR RI Sebut Jika Kritik Adalah Bagian Dari Demokrasi

Senin, 30 Agustus 2021 23:58 WIB 30 Agustus 2021, 23:58 WIB

INDOZONE.ID - Anggota Fraksi PAN DPR RI Intan Fauzi menyebutkan jika kritik merupakan bagian dari demokrasi sehingga kritik yang disampaikan elemen masyarakat sipil kepada DPR dan pemerintah harus dianggap sebagai masukan yang konstruktif untuk perbaikan lembaga.

"Kita tidak bisa meredam kritik, karena kritik diperlukan dan merupakan bagian terpenting dari demokrasi. Proses anggota DPR bisa jadi wakil rakyat dimulai dari aktivitas di masyarakat dan kegiatan berpartai yang bermanfaat sehingga terbangun kepercayaan," kata Intan dalam keterangannya di Jakarta, Senin (30/8) dikutip dari ANTARA.

Hal itu disampaikan Intan saat menjadi pembicara dalam diskusi "Refleksi 20 Tahun Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi): Jalan Panjang Mendorong Perubahan DPR" yang berlangsung secara virtual, Senin.

Intan menuturkan dalam sebuah negara demokrasi memungkinkan masyarakat memberikan aspirasi dalam urusan kenegaraan atau "public affairs". Karena itu, menurut dia, diperlukan keterlibatan masyarakat dalam pembuatan kebijakan publik.

"Saluran aspirasi sekarang dari berbagai media, baik media konvensional dan media sosial (medsos) merupakan bagian dari masukan," ujarnya.

Baca juga: Luhut Sebut Pemerintah Perpanjang Operasional Mal Hingga Pukul 21.00 Malam

Dia juga mengatakan HUT Formappi tidak jauh berbeda dengan Partai Amanat Nasional (PAN) yang juga baru merayakan Milad ke-23 pada tanggal 23 Agustus 2021.

Menurut dia, PAN lahir dari "rahim" reformasi sehingga agenda reformasi menjadi acuan dan pedoman bagi setiap kader PAN, yaitu kepastian hukum, proporsionalitas, profesionalitas, keterbukaan, akuntabilitas, tertib penyelenggaraan negara, dan kepentingan umum.

"Reformasi dimaknai sebagai keterlibatan publik langsung dan keterbukaan dalam Pemilu Legislatif, Pilkada, dan Pemilu Presiden. Jadi kalau kita mengoreksi masalah politik, tidak terlepas dari fungsi parpol dan sarana komunikasi politik," katanya.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Kana
Kana

Kana

Editor

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US