The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Sukmawati Pindah ke Hindu di Usia 70 Tahun, Dulu Bikin Puisi Soal Konde dan Suara Adzan
Sukmawati Soekarnoputri saat membacakan puisi 'Ibu Indonesia' (YouTube)
News

Sukmawati Pindah ke Hindu di Usia 70 Tahun, Dulu Bikin Puisi Soal Konde dan Suara Adzan

Sabtu, 23 Oktober 2021 12:28 WIB 23 Oktober 2021, 12:28 WIB

INDOZONE.ID - Sukmawati Soekarnoputri akan pindah keyakinan dengan memeluk Hindu pada Selasa, 26 Oktober 2021, bertepatan dengan hari ulang tahunnya yang ke-70.

Tiga tahun yang lalu, tepatnya pada April 2018, Sukmawati sempat membikin publik heboh dengan puisinya yang berjudul 'Ibu Indonesia' yang dibacakannya pada acara 29 tahun Anne Avantie Berkarya di Indonesia Fashion Week.

Dalam puisinya itu, ia mencoba membandingkan persepsinya terhadap sari konde dengan cadar, serta membandingkan kidung Ibu Indonesia dengan suara adzan.

Tak ayal, keputusan Sukmawati meninggalkan Islam dan pindah ke Hindu ini membuat ingatan publik kembali melayang ke puisinya itu.

Sukmawati Soekarnoputri saat membacakan puisi
Sukmawati Soekarnoputri saat membacakan puisi 'Ibu Indonesia' (YouTube)

Berikut puisi Sukmawati berjudul Ibu Indonesia.

Ibu Indonesia

Aku tak tahu Syariat Islam

Yang kutahu sari konde ibu Indonesia sangatlah indah

Lebih cantik dari cadar dirimu

Gerai tekukan rambutnya suci

Sesuci kain pembungkus ujudmu

Rasa ciptanya sangatlah beraneka

Menyatu dengan kodrat alam sekitar

Jari jemarinya berbau getah hutan

Peluh tersentuh angin laut

Lihatlah ibu Indonesia

Saat penglihatanmu semakin asing

Supaya kau dapat mengingat

Kecantikan asli dari bangsamu

Jika kau ingin menjadi cantik, sehat, berbudi, dan kreatif

Selamat datang di duniaku, bumi Ibu Indonesia

Aku tak tahu syariat Islam

Yang kutahu suara kidung Ibu Indonesia, sangatlah elok

Lebih merdu dari alunan azan mu

Gemulai gerak tarinya adalah ibadah

Semurni irama puja kepada Illahi

Sukmawati sendiri waktu itu sudah menyampaikan klarifikasi atas puisinya itu.

"Tidak ada niatan untuk menghina umat Islam Indonesia dengan puisi 'Ibu Indonesia'. Saya adalah seorang muslimah yang bersyukur dan bangga akan keislaman saya,” kata Sukmawati di Jakarta, Rabu (4/4/2018). 

Ratu Niang Sukmawati

Adapun upacara Sudhi Wadani Sukmawati akan digelar di Kawasan Sukarno Center Heritage di Bale Agung Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali.

Dalam surat undangan yang dikhususkan untuk keluarga inti itu, tertera nama 'Ratu Niang Sukmawati', Selasa, 26 Oktober 2021, pukul 11.30 -13.00 WITA.

Sukmawati sudah mendapat restu dari anak-anaknya serta saudara-saudara kandungnya, termasuk Megawati Soekarnoputri.

"Tentunya dengan izin keluarga, termasuk putra-putri beliau, baik itu Mas Paundra, Mbak Menur, dan juga dari saudara-saudara beliau seperti Ibu Megawati, Bapak Guntur Soekarno, Bapak Guruh Soekarno dan almarhum ibu Rachmawati Soekarno," ujar Kepala Sukarno Center di Bali, Arya Wedakarna kepada wartawan, Jumat (22/10/2021).

Menurut Arya, Sukmawati sudah mempertimbangkannya keputusannya itu matang-matang. 

Arya, yang mengenal dekat sosok Sukmawati dan sudah mendampinginya selama 20 tahun lebih di PNI dan Soekarno Center, melihat bahwa Sukmawati sudah lama menggandrungi ajaran agama Hindu.

Pindahnya Sukmawati ke agama Hindu merupakan bentuk kepulangannya ke agama neneknya, yakni Ida Ayu Nyoman Rai Srimben, yang tak lain adalah ibunda dari sang proklamator sekaligus presiden pertama RI, Sukarno.

"Saya memang melihat bahwa memang Ibu Sukmawati sudah bertahun-tahun gandrung akan ajaran agama-agama Hindu. Suka datang ke pura, ke candi, vihara sering sharing terkait dengan masalah-masalah kebangsaan dan ini mungkin pengaruh dari ibunda Bung Karno yang juga nenek beliau yaitu Nyoman Rai Srimben asal Buleleng. Jadi kita tahu bahwa ibunda Proklamator kita adalah seorang wanita Hindu, Bali," jelas Arya.

Arya menambahkan, keputusan yang diambil Sukmawati merupakan bimbingan spiritual dari para leluhurnya. Ia sendiri menilai keputusan Sukmawati sebafai bentuk sikap Pancasilais.

"Dan menurut kami, kami di bali sebagai sahabat perjuangan beliau membantu, menyambut baik beliau pulang ke agama hindu, membantu teknis acara sudi wadani dan semoga ini menjadi awal yang baik utuk beliau karena sudah menemukan satu pilihan, tentu ini sebuah sikap Pancasilais dan membuktikan bahwa keluarga Bung Karno memang mengayomi seluruh agama dan keyakinan," Arya menambahkan.

Sukmawati sendiri merupakan mantan istri almarhum Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunegara IX, sebelum kemudian menikah dengan Muhammad Hilmy.

Dari Raja Mangkunegara IX, dia melahirkan Gusti Pangeran Haryo Paundrakarna Sukmaputra Jiwanegara dan Gusti Raden Ayu Putri Agung Suniwati. Sedangkan dari Hilmy, ia melahirkan Muhammad Putra Perwira Utama.

Artikel Menarik Lainnya:


TAG
Abul Muamar
Abul Muamar

Abul Muamar

Editor

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US