The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Sedih, Demi Anaknya Bisa Belajar Online, Seorang Ayah Terpaksa Curi Ponsel Warga
Ilustrasi
News

Sedih, Demi Anaknya Bisa Belajar Online, Seorang Ayah Terpaksa Curi Ponsel Warga

Rabu, 05 Agustus 2020 21:41 WIB 05 Agustus 2020, 21:41 WIB

INDOZONE.ID - Pandemi Covid-19 membuat pemerintah menerapkan kebijakan sekolah via daring.

Hal ini telah menyulut protes sejumlah orangtua. Alasannya pun beragam, mulai dari khawatir anak tidak mendapat pembelajaran yang efektif hingga faktor teknis.

Banyak orangtua merasa terbebani dengan kebijakan itu. Sebab, tak semua dari mereka mempunyai kondisi perekonomian yang sama.

Beberapa orangtua bahkan mengaku tidak mampu membeli paket data internet. Ada pula yang sama sekali tidak mempunyai handphone. 

Kondisi ini juga dirasakan seorang warga berinisial A (40). 

Warga asal Kampung Cilelang, Desa Jati, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut Jawa Barat, itu terpaksa mencuri handphone demi membantu anaknya mengikuti belajar online.

A merupakan ayah dari S, bocah perempuan berusia 13 yang kini masih duduk di bangku kelas satu Madrasyah Tsanawiyah (MTs).

Selama ini, S belum pernah mencicipi pelajaran akibat tidak mempunyai handphone. Sedangkan kebijakan yang ada mengharuskan murid memiliki gadget itu.

Nahasnya, A kepergok saat melakukan aksi pencurian. Namun dia kemudian mengembalikannya seraya meminta maaf.

Kabar seorang ayah mencuri handphone demi anaknya sekolah menarik perhatian publik. Tak terkecuali Kepala Kejaksaan Negeri Garut, Sugeng Hariyadi.

Setelah mendengar peristiwa itu, Sugeng langsung memerintahkan stafnya untuk mendatangi kediaman A.

Dia pun membelikan anak A satu unit handphone agar dapat mengikuti pelajaran sekolah via daring.

"Saya perintahkan Kasi Pidum untuk segera mengganti handphone yang sudah dikembalikan agar si anak bisa tetap belajar secara online," ujar Sugeng kepada wartawan, Selasa (4/8/2020).

Selama ini, A memang dikenal kesulitan dalam segi ekonomi. Dia hanya berprofesi sebagai buruh serabutan tanpa gaji tetap.

Sementara itu, Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Garut Dapot Dariarma mengungkapkan prihatin atas nasib yang dialami keluarga A.

A bercerita kepadanya tentang keinginan sang anak mempunyai handphone agar bisa mengikuti pelajaran sekolah seperti teman-temanya yang lain.

"Jadi sejak masuk kelas satu MTs, si anak ini belum pernah belajar online, sehingga bapaknya nekat mencuri HP untuk belajar anaknya," ujar Dapot.

Artikel Menarik Lainnya:


TAG
Nanda Fahriza Batubara

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US