The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Jaga Momentum Pertumbuhan Ekonomi, BI Pangkas Suku Bunga Acuan Jadi 4,25 Persen
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo. (INDOZONE/Sigit Nugroho)
News

Jaga Momentum Pertumbuhan Ekonomi, BI Pangkas Suku Bunga Acuan Jadi 4,25 Persen

Dijelaskan Gubernur BI melalui video conference.

Kamis, 18 Juni 2020 15:31 WIB 18 Juni 2020, 15:31 WIB

INDOZONE.ID - Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang diselenggarakan pada 17-18 Juni 2020, memutuskan untuk menurunkan tingkat suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate sebesar 25 basis poin (BPS), dari yang semula 4,50 persen menjadi 4,25 persen. 

Gubernur BI, Perry Warjiyo mengatakan, BI memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuan untuk mendorong momentum pertumbuhan ekonomi domestik yang sudah mulai terjadi saat ini, dimana sektor-sektor produksi dan perdagangan sudah mulai dijalankan pasca PSBB. 

"Rapat Dewan Gubernur BI pada 17-18 Juni 2020 memutuskan untuk menurunkan BI 7 Day Reverse Repo Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 4,25 persen. Keputusan ini konsisten dengan upaya menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi pada era Covid-19," kata Perry dalam video conference usai RDG BI edisi Juni 2020, Kamis (18/6/2020).

Perry mengatakan, pihaknya akan terus memantau perkembangan situasi ekonomi terkini, baik domestik maupun internasional, guna merumuskan kebijakan lanjutan dalam rangka mendorong pemulihan perekonomian nasional. 

"Tidak menutup kemungkinan untuk kembali menurunkan suku bunga acuan. Ini karena tekanan inflasi domestik yang rendah, tekanan eksternal yang mereda, dan kebutuhan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lebih lanjut," jelasnya. 

Sementara itu, terkait kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah dan pelonggaran likuiditas (quantitative easing), Perry menyebut hal itu akan terus dilanjutkan.

Bank Indonesia, kata Perry juga memutuskan untuk memberikan jasa giro kepada bank yang memenuhi kewajiban GWM (Giro Wajib Minimum) dalam Rupiah baik secara harian dan rata-rata sebesar 1,5 persen per tahun dengan bagian yang diperhitungkan untuk mendapat jasa giro sebesar 3 persen dari DPK, efektif berlaku 1 Agustus 2020.

"Bank Indonesia akan memperkuat bauran kebijakan serta bersinergi erat mengambil langkah-langkah kebijakan lanjutan yang diperlukan secara terkoordinasi dengan Pemerintah dan KSSK untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta pemulihan ekonomi nasional," ungkapnya. 

Bank Indonesia, kata Perry, juga  berkomitmen untuk membantu  pendanaan APBN melalui pembelian SBN dari pasar perdana maupun penyediaan dana likuiditas bagi perbankan untuk kelancaran program restrukturisasi kredit (pembiayaan) dalam mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional.

"Tahun ini, BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi hanya akan berada di kisaran 0,9-1,9 persen. Turun dari proyeksi sebelumnya yaitu 2,3%. Namun pada 2021, pertumbuhan ekonomi diperkirakan melonjak ke kisaran 5-6%," pungkasnya.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fiddy Anggriawan
M Fadli
Sigit Nugroho

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US