The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Kerap Dituding, Luhut Pandjaitan Ngamuk, 'Nenek Kau Antek China, Emang Lu Bisa Beli Gue?'
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan (Instagram @luhut.pandjaitan)
News

Kerap Dituding, Luhut Pandjaitan Ngamuk, 'Nenek Kau Antek China, Emang Lu Bisa Beli Gue?'

Rabu, 10 Maret 2021 20:27 WIB 10 Maret 2021, 20:27 WIB

INDOZONE.ID - Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan meluapkan kekesalannya karena kerap dituduh menjadi antek-antek China di Indonesia.

Menurut Luhut, pendekatan terhadap China dilakukan demi memberi keutungan bagi negeri ini. Hal itu, katanya, juga akan dia dilakukan terhadap negara-negara lain jika memang menguntungkan Indonesia.

Hal itu disampaikan Luhut saat menghadiri Rakernas BPPT 2021 pada Selasa (10/3/2021).

"Orang bilang dulu saya anteknya China. Dalam hati saya bilang, nenek kau antek China, emang lu bisa beli gue? Saya itu ya, mana yang bisa memberikan keuntungan bagi republik ini, itu akan dekati dengan baik. Amerika juga begitu," kata Luhut.

Luhut mengatakan, Indonesia memerlukan kerjasama dengan negara-negara yang mempunyai teknologi maju. Hal itu, menurut Luhut, demi kemajuan Indonesia sendiri. Satu di antara negara yang mau berbagi teknologi tersebut, kata dia, adalah China.

"Kita ini mulai dari nol, maka kita harus bisa leapfrog. Untuk bisa leapfrog, kita nempel dulu biar bisa loncat. Itulah kenapa kita datang sama Tiongkok," kata Luhut.

Menurut Luhut, China tidak pelit berbagi teknologi. Bahkan, katanya, negara itu akan memberi apa saja yang dibutuhkan Indonesia.

"Karena Tiongkok menurut saya sangat generous untuk memberikan teknologinya. Sampai hari ini apa saja yang kita minta dia mau dan itu membuat kita bisa kejar," imbuh Luhut.

Lebih lanjut, Luhut mengatakan bahwa China bukan satu-satunya negara yang didekati. Luhut mengatakan dirinya uuga berhasil mendekati Uni Emirat Arab.

Bahkan, terdapat sekitar US$ 3,8 miliar komitmen investasi yang berpotensi masuk dari negara tersebut. Di sisi lain, sambung Luhut, Uni Emirat Arab juga berbagi riset dan teknologi. Termasuk dalam bidang pertahanan.

"Kenapa bisa? Ya karena kita letakkan Indonesia itu sebagai negara penting, negara kaya, negara hebat," ujar Luhut.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Nanda Fahriza Batubara
JOIN US
JOIN US