The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Tua-tua Keladi! Pria 73 Tahun Mengaku Punya Harta Rp54 Triliun, Tipu Korban Demi Rp20 Juta
Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Burhanuddin bersama Unit Reskrimsus Polres Metro Jakarta Pusat menunjukan barang bukti penipuan yang dilakukan pria berinisial IG (73) yang mengaku-ngaku sebagai ajudan Presiden RI Sukarno di Polres Metro Jakar
News

Tua-tua Keladi! Pria 73 Tahun Mengaku Punya Harta Rp54 Triliun, Tipu Korban Demi Rp20 Juta

Selasa, 16 Februari 2021 23:49 WIB 16 Februari 2021, 23:49 WIB

INDOZONE.ID - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Metro Jakarta Pusat meringkus pria tua berinisial IG (73).

Pria tersebut diduga melakukan penipuan dengan modus memiliki surat utang senilai 2 miliar dolar AS dan 15 miliar dolar Hongkong atau setara Rp54 triliun lebih.

IG mengincar korbannya dengan mengaku-ngaku sebagai orang berpengaruh yang tengah membutuhkan bantuan untuk mencairkan surat utang.

Hal ini diungkap Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Burhanudin di Mapolres Metro Jakarta Pusat, Selasa (16/2/2021).

"Kepada korbannya dia mengaku sebagai seorang purnawirawan dengan pangkat Letjen dari satuan Angkatan Udara. Dia juga mengaku sebagai mantan ajudan Presiden Pertama RI Soekarno. Di samping itu IG juga mengaku bergelar profesor," ujar Burhanuddin dilansir ANTARA.

Kejadian bermula saat korban berinisial J diajak berkenalan oleh IG dengan membawa gelar profesional dan seakan-akan memiliki relasi dengan orang-orang yang memiliki pengaruh besar.

J yang mulai percaya pada IG pun diminta untuk untuk mencairkan surat utang berupa bank note dari bank HSBC oleh IG.

Kepada J, IG mengaku bank note miliknya itu senilai 15 miliar dolar Hongkong. Di samping itu, IG pun meminta J agar mencairkan dananya untuk block of fund di BNI yang diakuinya bernilai 2 miliar dolar AS.

"IG membuat perjanjian seakan-akan setelah dana-dana itu setelah dicairkan dalam waktu dua bulan. Dana itu bisa dibagi dua. Nantinya untuk korbannya 50 persen, sisanya untuk
tersangka," ujar Burhanuddin.

Karena terlanjur mempercayai IG, J pun terpedaya dan memberikan uang sejumlah Rp20 juta kepada tersangka sebagai dana penjaminan.

"Korban percaya dengan dokumen dan benda-benda yang dimiliki tersangka. Seperti tumpukan uang yang diperlihatkan tersangka kepada korban," ujar Burhanuddin.

Setelah sadar dananya tak kembali dan IG menghilang tanpa kabar, J akhirnya melaporkan kejadian itu ke Polres Metro Jakarta Pusat.

Polisi pun melakukan penelusuran dan menemukan fakta bahwa baik bank note maupun block of fund yang dimiliki IG hanyalah kebohongan.

"Gelar yang diakui hingga pekerjaannya pun setelah kami periksa ya palsu. Itu bohong dan gak ada," ujar Burhanuddin.

IG pun akhirnya berhasil diringkus oleh tim dari Unit Reskrimsus Polres Metro Jakarta Pusat dan ditemukan berbagai barang bukti unik dan aneh dari tersangka.

Ada pun barang- barang yang diamankan adalah korek api berbentuk pistol yang diakui IG kepada korbannya sebagai senjata yang digunakan saat menjadi ajudan Soekarno.

Lalu beberapa keris palsu yang dibalut dengan warna emas, hingga tumpukan uang mainan nominal Rp100 ribu dengan stiker bertulisan 'Om telolet Om'.

"Atas perbuatannya tersangka IG kita jerat dengan pasal 378 dan pasal 372 tentang penipuan dan penggelapan. Ancamannya empat tahun kurungan penjara," ujar Burhanuddin.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Nanda Fahriza Batubara
JOIN US
JOIN US