The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Jenderal Idham Singgung Kapolri Baru Harus 'SMS', Begini Penilaian Komisi III DPR
Kapolri Jenderal Pol Idham Azis. (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi)
News

Jenderal Idham Singgung Kapolri Baru Harus 'SMS', Begini Penilaian Komisi III DPR

Apa penilaiannya?

Kamis, 02 Juli 2020 17:36 WIB 02 Juli 2020, 17:36 WIB

INDOZONE.ID - Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis sempat menyinggung calon Kapolri masa depan yang harus 'SMS' yang artinya jangan senang lihat teman susah. Anggota Komisi III DPR RI Nasir Djamil menilai hal itu diucapkan Idham agar Kapolri masa depan selalu memperhatikan anggota-anggotanya.

"Ya artinya ke depan Kapolri yang baru ini bisa meningkatkan fungsi anggaran untuk kesejahteraan aparat kepolisian," kata Nasir Djamil saat dihubungi Indozone, Kamis (2/7/2020).

Nasir mengatakan maksut dari Jenderal Idham mengatakan hal itu agar anggaran Polri kedepan bisa lebih menyejahterakan anggota Polri.

"Jadi dari kongsi anggaran yang ada di kepolisian itu bisa mampu membantu meningkatkan kesejahteraan para polisi," papar Nasir.

Lebih jauh Nasir mengatakan yang dimaksud Jenderal Idham tidak hanya mengenai anggaran saja. Jenderal Idham disebutnya bermaksud agar Kapolri masa depan tidak membiarkan adanya opini-opini buruk yang menyudutkan anggota polisi.

"Jadi maksudnya itu jadi jangan biarkan mereka susah. Bukan hanya susah soal ekonomi tapi susah soal opini-opini yang menyudutkan polisi, opini-opini yang mendiskriditkan polisi gitu," kata Nasir.

Selain itu mengenai bursa calon Kapolri yang berhembus selama ini, Nasir menilai Presiden Joko Widodo yang lebih berhak dan lebih paham menentukan siapa Kapolri selanjutnya yang menggantikan Idham Azis. DPR sendiri disebutnya dalam posisi yang jarang tidak setuju dengan pilihan Presiden terkait sosok Kapolri baru.

"Ya presiden lah yang paling paham karena presiden yang akan memilihkan, menyerahkannya kepada DPR dan biasanya kan DPR tidak pernah menolak calon Kapolri  yang diajukan presiden. Oleh karena itu saringan yang paling kuat itu, yang paling bagus ya presiden," pungkas Nasir.


Artikel Menarik Lainnya:

TAG
JOIN US
JOIN US