The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Siswi Non-Muslim di Padang "Dipaksa" Memakai Jilbab, KPAI: Berpotensi Langgar Hak Anak
Ilustrasi pelajar. (ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi)
News

Siswi Non-Muslim di Padang "Dipaksa" Memakai Jilbab, KPAI: Berpotensi Langgar Hak Anak

Dugaan pemaksaan.

Minggu, 24 Januari 2021 09:43 WIB 24 Januari 2021, 09:43 WIB

INDOZONE.ID - Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bidang pendidikan, Retno Listyarti turut berkomentar perihal adanya kasus dugaan pemaksaan kepada seorang siswi non-muslim yang dipaksa menggunakan jilbab di SMK Negeri 2 Padang, Sumatera Barat (Sumbar). 

Retno menuturkan, dirinya sangat prihatin dengan peristiwa tersebut. Apalagi, adanya dugaan intoleransi ini terjadi di sekolah negeri.

“KPAI prihatin dengan berbagai kasus di beberapa sekolah negeri yang terkait dengan intoleransi dan kecenderungan tidak menghargai keberagamaan, sehingga berpotensi kuat melanggar hak-hak anak, seperti kasus mewajibkan semua siswi bahkan yang beragama non islam untuk mengenakan jilbab di sekolah”, ujar Retno kepada Indozone, Minggu (24/1/2021).

Retno menambahkan bahwa sekolah negeri adalah sekolah pemerintah, yang siswanya beragam atau majemuk. Oleh karena itu, sekolah negeri harusnya menyemai keberagamaan, menerima perbedaan dan menjunjung tinggi nilai-nilai HAM.

“Aturan sekolah tidak boleh bertentangan dengan aturan yang lebih tinggi,” tegasnya.

BACA JUGA: Komisi X DPR: Kewajiban Jilbab Bagi Siswi Non-Muslim Berlebihan

Disisi lain, menurut Retno Ombudsman Sumatera Barat sudah memanggil pihak SMKN 2 Padang untuk meminta klarifikasi polemik tersebut.

Dari pertemuan pihak Ombudsman Sumatera Barat dengan pihak SMKN 2 Padang, Sekolah mengaku bahwa memang benar ada kebijakan sekolah yang mewajibkan siswi perempuan harus memakai berjilbab/berkerudung, walaupun peserta didiknya tidak semuanya beragama Islam, ada yang Nasrani, atau ada keyakinan yang lain.

Kata Retno, Kepala sekolah bahkan menyampaikan kalau semua siswi, baik muslim maupun nonmuslim, di sekolah itu, kecuali siswa yang sedang viral tersebut, menurutnya tidak ada yang menolak selama ini.

“Tidak ada yang menolak bukan berarti kebijakan atau aturan sekolah tidak melanggar ketentuan perundangan lain yang lebih tinggi. Aturan sekolah seharusnya berprinsip pada penghormatan terhadap HAM dan menjunjung nilai-nilai kebangsaan, apalagi di sekolah negeri,” tandas dia.

Sekedar informasi, belakangan ini sempat viral sebuah unggahan yang memperlihatkan perbincangan dengan pihak sekolah dari salah satu SMK di Padang, Sumatera Barat, tengah viral di Facebook.

Perbincangan tersebut membahas salah satu siswi yang tidak memakai jilbab di sekolah. Diduga seorang siswi nonmuslim dipaksa memakai jilbab.

Informasi seorang siswi nonmuslim dipaksa memakai jilbab ini dibagikan Elianu Hia, orangtua siswi lewat media sosial.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Edi Hidayat
Yulia Marianti
Harits Tryan Akhmad
JOIN US
JOIN US