Jokowi Tambah APBN Rp405,1 T untuk Penanganan Corona, Ini Rinciannya
Presiden Jokowi. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)
News

Jokowi Tambah APBN Rp405,1 T untuk Penanganan Corona, Ini Rinciannya

Terbitkan Perpu.

Selasa, 31 Maret 2020 20:24 WIB 31 Maret 2020, 20:24 WIB

INDOZONE.ID - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan untuk menerbitkan Peraturan Presiden (Perpu), sebagai fondasi untuk melakukan langkah-langkah luar biasa, dalam kaitan penanganan virus corona (Covid-19) di Indonesia.

Setelah Perpu itu terbit, pemerintah berkomitmen untuk menambah porsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga Rp405,1 triliun di 2020, untuk penanganan, sekaligus penanggulangan dampak ekonomi akibat dari mewabahnya virus corona di Indonesia.

"Pemerintah memutuskan total tambahan belanja dan pembiayaan APBN tahun 2020 untuk penanganan Covid-19 adalah sebesar Rp405,1 triliun," ujar Presiden Jokowi dalam paparannya, Selasa (31/3/2020).

Jokowi merinci, total anggaran itu akan dialokasikan masing-masing, Rp75 triliun untuk belanja bidang kesehatan, Rp110 triliun untuk perlindungan sosial, Rp70,1 triliun untuk insentif perpajakan dan stimulus kredit usaha rakyat, serta Rp150 triliun untuk pembiayaan program pemulihan ekonomi nasional.

"Itu termasuk untuk restrukturisasi kredit serta penjaminan dan pembiayaan dunia usaha khususnya terutama usaha mikro, usaha kecil, dan usaha menengah," jelasnya.

Jokowi menjelaskan, anggaran bidang kesehatan itu nantinya akan diprioritaskan untuk perlindungan tenaga kesehatan, terutama pembelian APD, pembelian alat-alat kesehatan seperti test kit, reagen, ventilator, dan lain-lainnya. Selain itu, anggaran kesehatan juga akan digunakan untuk upgrade rumah sakit rujukan termasuk wisma atlet, serta untuk insentif dokter perawat dan tenaga rumah sakit.

Kemudian anggaran perlindungan sosial, lanjut Jokowi, akan diprioritaskan untuk keluarga penerima manfaat PKH yang naik dari 9,2 juta keluarga menjadi 10 juta penerima manfaat. Juga akan dipakai untuk kartu sembako yang dinaikkan dari 15,2 juta orang menjadi 20 juta penerima.

Jokowi Tambah APBN Rp405,1 T untuk Penanganan Corona, Ini Rinciannya
Presiden Joko Widodo. (ANTARA/Wahyu Putro A)

"Anggaran perlindungan sosial juga akan dipakai untuk kartu pra kerja yang dinaikkan anggarannya dari 10 triliun menjadi Rp20 triliun untuk bisa meng-cover sekitar 5,6 juta orang yang terkena PHK, pekerja informal, pelaku usaha mikro dan kecil," ungkapnya.

Selain itu, anggaran perlindungan sosial juga akan digunakan untuk pembebasan biaya listrik selama 3 bulan untuk 24 juta pelanggan listrik 450 KVa, serta diskon 50% untuk 7 juta pelanggan 900 KVa.

"Termasuk didalamnya dukungan logistik sembako dan kebutuhan pokok yaitu Rp 25 triliun," jelasnya.

Sementara itu, untuk stimulus ekonomi bagi UMKM dan pelaku usaha, lanjut Jokowi, akan diprioritaskan untuk penggratisan PPH 21 (pajak pribadi) bagi para pekerja sektor industri pengolahan, dengan penghasilan maksimal Rp200 juta. Pemerintah juga akan membebaskan PPN impor untuk wajib pajak, kemudian impor untuk tujuan ekspor, terutama bagi industri kecil dan menengah pada 19 sektor tertentu.

"Anggaran itu juga akan dipakai untuk pengurangan tarif PPH sebesar 25% untuk wajib pajak kemudahan impor tujuan ekspor, terutama industri kecil menengah pada sektor tertentu dan juga percepatan restitusi PPN bagi 19 sektor tertentu, untuk menjaga likuiditas pelaku usaha. Dan untuk penurunan tarif PPH badan sebesar 3% dari 25% menjadi 22%, serta untuk penundaan pembayaran pokok dan bunga untuk semua skem KUR untuk yang terdampak Covid-19 selama 6 bulan," ujarnya.

"Saya mengharapkan dukungan dari DPR RI, Perpu yang baru saja saya tandatangani ini akan segera diundangkan dan dilaksanakan dan dalam waktu yang secepat-cepatnya. Kami akan menyampaikan kepada DPR RI untuk mendapatkan persetujuan menjadi undang-undang," imbuhnya.


Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Desika Pemita
Utami Evi Riyani
Sigit Nugroho