Masyarakat Bisa Beli Token Listrik dari Kelola Sampah
pexels.com
News

Masyarakat Bisa Beli Token Listrik dari Kelola Sampah

Sampah dibagi menjadi dua, organik dan anorganik!

Minggu, 28 Juli 2019 13:10 WIB 28 Juli 2019, 13:10 WIB

INDOZONE.ID - Masalah sampah menjadi persoalan tersendiri di masyarakat. Tim Pengabdian Masyarakat (Pengmas) Fakultas Matematika Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) terjun langsung mengajak masyarakat Desa Sarimukti, Garut, Jawa Barat, untuk melakukan pengelolaan sampah untuk diserahkan ke Bank Sampah Buruken atau Bumi Runtah Token listrik.

"Sampah yang telah dikelola oleh warga tersebut akan memiliki nilai sehingga Buruken dapat mengakumulasi nilai investasi sampah yang telah diserahkan dan dibayarkan berupa token listrik," kata Ketua Pengmas FMIPA UI Astari Dwiranti di kampus UI Depok, Minggu (28/7).

Dilansir dari antara.com (28/7/2019), Astari menuturkan dengan adanya edukasi kepada berbagai pihak, mulai dari masyarakat hingga pengelola bank sampah, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran untuk mau mengelola sampah dan kegiatan pengolahan sampah dapat berjalan secara berkesinambungan.

Dosen Biologi tersebut mengatakan program Buruken yang digagas oleh Tim Pengmas FMIPA UI ini diharapkan dapat menggerakkan minat masyarakat untuk mengumpulkan, memilah dan mengolah sampah yang akhirnya memberikan dampak baik bagi keberlangsungan lingkungan hidup di wilayah setempat.

Pada hari pertama dan kedua, tim pengmas memberikan pengenalan jenis-jenis sampah dengan melibatkan 80 orang sebagai peserta. Tim juga memberikan fasilitas berupa kantong semar (wadah untuk mengumpulkan botol air mineral) dan celengan sampah (wadah untuk mengumpulkan sampah kertas dan plastik lunak).

Pada hari terakhir, tim pengmas memberikan edukasi dan pelatihan kepada 9 orang kader Buruken tentang teknis mengelola bank sampah, termasuk manajemen keuangan, pencatatan sampah yang masuk, kerapian administrasi, dan sebagainya.

Ia mengatakan pengolahan sampah tersebut meliputi, sampah organik yang diolah menjadi pupuk, dan sampah anorganik yang diolah menjadi berbagai produk kerajinan tangan.

ilustrasi
ilustrasi sampah/pexels.com/Magda

Produk kerajinan yang dihasilkan pun beragam, diantaranya kerajinan tas dan tempat pensil dari plastik lunak, sisa buah dan sayur menjadi cairan MOL (mikroorganisme lokal), wadah tanaman hidroponik dari sampah plastik keras.

Program ini dilaksanakan pada tanggal 17-19 Juli 2019 di Desa Sarimukti, Kecamatan Pasirwangi, Kabupaten Garut, dan bekerja sama dengan The Creative Institute, Holistika Institute, serta Star Energy.

Tim Pengmas FMIPA UI terdiri atas tiga dosen, dua asisten, dan 9 mahasiswa dari Departemen Biologi. Direktur Holistika Institute, Cecep Ernanto juga menyampaikan harapannya bahwa metode pengelolaan sampah di tingkat rumah tangga ini menjadi solusi yang berkelanjutan dalam penanganan sampah.

Sebab pola pengelolaan sampah yang hanya berfokus pada aktivitas membuang sampah dari satu titik ke titik lainnya hanya sekedar memindahkan masalah di satu tempat ke tempat lain.

"Pelatihan pengolahan sampah di tingkat rumah tangga yang dilaksanakan dalam Pengmas UI ini harapannya dapat menjadi model yang dapat diduplikasi di setiap tempat," ujarnya.

TAG
Bela
Bela

Bela

Writer
Indozone News

Indozone News

Reporter

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU