The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Mengulik 6 Istana Kepresidenan Republik Indonesia
Mengenal enam Istana Kepresidenan yang ada di Indonesia. (Kolase/presidenri.go.id)
News

Mengulik 6 Istana Kepresidenan Republik Indonesia

Setiap Istana Kepresidenan punya cerita sendiri.

Rabu, 11 September 2019 14:08 WIB 11 September 2019, 14:08 WIB

INDOZONE.ID - Presiden Joko Widodo (Jokowi) diminta untuk membangun Istana Presiden di Kota Jayapura, Papua. Permintaan itu disampaikan 61 tokoh Papua saat bertemu Jokowi, di Istana Negara, Selasa (10/9).

Setelah berdiskusi dengan para menteri yang turut hadir dalam pertemuan itu, Jokowi menyanggupi. Dia berjanji akan mulai membangun istana di Papua mulai tahun depan.

"Ini saya bisik-bisik dulu dengan para menteri supaya keputusan tidak keliru. Nanti saya sudah bicara, ya, duitnya tidak ada. Jadi, mulai tahun depan istana ini akan dibangun," kata Jokowi.

Jika selesai dibangun, istana di Papua akan menjadi Istana Kepresidenan ketujuh yang ada di Indonesia. Enam istana lainnya tersebar di beberapa daerah.

Yuk, cari tahu soal enam Istana Kepresidenan yang sudah ada berdasarkan beberapa sumber yang dihimpun Indozone.

1. Istana Negara

Istana Negara terletak di Jalan Medan Merdeka menghadap ke Sungai Ciliwung (Jalan Veteran). Bangunan ini dibangun pada 1976 pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal Pieter Gerardus van Overstraten dan selesai pada 1804. 

Mengenal Istana Kepresidenan
Istana Negara. (Antara/Desca Lidya Natalia)

Awalnya, gedung ini merupakan rumah peristirahatan milik pengusaha Belanda, Jacob Andries van Braam dan dikenal dengan sebutan Istana Rijswijk .

Pada 1821, pemerintah kolonial menjadikan bangunan ini sebagai pusat kegiatan pemerintahan serta tempat tinggal para Gubernur Jenderal di Jakarta (dulu disebut Batavia). 

2. Istana Merdeka

Istana Kepresidenan satu ini berada satu kawasan dengan Istana Negara. Istana Merdeka mulai dibangun pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal James Lindon pada 1873 dan selesai dibangun pada 1879. 

Awalnya, gedung ini disebut sebagai Istana Gambir dan menjadi tempat kediaman resmi Gubernur Jenderal disamping kediaman resmi lainnya di Bogor. Presiden Pertama RI Soekarno kemudian memutuskan untuk mengubah nama Istana Gambir menjadi Istana Merdeka dan Istana Rijswijk menjadi Istana Negara.

Istana Kepresidenan
Istana Merdeka. (Antara/Wahyu Putro S)

Bangunan ini mempunyai banyak nama sesuai dengan situasi zamannya. Di antaranya Istana Koningsplein, Istana Gambir, Istana Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Istana Wakil Tinggi Mahkota Belanda, Istana Van Mook, Istana Saiko Syikikan, dan terakhir Istana Merdeka. 

Sebutan Istana Merdeka terkait dengan peristiwa pengakuan kedaulatan Republik Indonesia Serikat oleh Kerajaan Belanda pada 27 Desember 1949. Acara pengakuan berlangsung di Istana Gambir, Jakarta, dan Istana Dam, Amsterdam, Belanda.

3. Istana Cipanas

Istana Cipanas terletak di kaki Gunung Gede yang berhawa sejuk. Sejak zaman kolonial Istana Cipanas sudah dijadikan tempat istirahat bagi para Gubernur Jenderal. 

Pemandian air panas, sumber air mineral, serta udara pegunungan yang bersih, makin menyempurnakan kompleks itu sebagai tempat persinggahan yang digemari para pejabat tinggi. Presiden Soekarno menjadikan Istana Cipanas sebagai tempat mencari inspirasi bagi pidato-pidatonya.

Istana Kepresidenan
Istana Cipanas. (Antara/Wawan Suryana)

Istana ini mulai dikerjakan pada masa Gubernur Jenderal Gustaaf Willem baron Van Imhoff dan dikerjakan para tukang kayu dari Tegal serta Banyumas yang dikenal rajin dan rapi garapannya.

Istana Cipanas berfungsi sebagai tempat  istirahat para pejabat tinggi negara. Jarang dijadikan ajang pertemuan formal. 

4. Istana Bogor

Istana Bogor menjadi salah satu tempat favorit Gubernur Jendral Hindia Belanda untuk beristirahat di zaman kolonial. Setelah masa kemerdekaan, Istana Kepresidenan Bogor mulai dipakai pemerintah Indonesia sejak Januari 1950. 

Istana ini pernah menjadi kantor urusan kepresidenan serta menjadi kediaman resmi Presiden Republik Indonesia. Presiden Soekarno adalah Presiden yang paling sering menetap di Istana Bogor. 

Istana Kepresidenan
Istana Bogor. (Antara/Desca Lidya Natalia)

Gagasan pembangunan Istana Bogor diawali dari perjalanan Gubernur Jenderal van Imhoff untuk mencari lokasi untuk peristirahatan pada 10 Agustus 1744. 

Dulunya bangunan ini bernama Buitenzorg. Namun, pada tahun 1949 diubah menjadi Istana Kepresidenan Bogor.

5. Istana Yogyakarta

Istana Yogyakarta atau disebut dengan Gedung Agung dibangun pada Mei 1824 saat pemerintahan Residen Anthonie Hendriks Smissaert. Saat terjadi agresi militer pada Januari 1946, istana ini dijadikan pusat pemerintahan Republik Indonesia.

Di gedung inilah lahir Presiden Kelima Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri. 

Istana Kepresidenan
Istana Yogyakarta. (presidenri.go.id)

Gedung Agung Yogyakarta juga menjadi saksi sejarah pertikaian politik yang mencekam antara pemerintah di bawah Perdana Menteri Sutan Sjahrir dengan kaum oposisi revolusioner Persatuan Perjuangan (PP) di bawah pimpinan Tan Malaka.

6. Istana Tampaksiring

Istana Tampaksiring memiliki arti sendiri buat Bangsa Indonesia. Ini menjadi satu-satunya Istana Kepresidenan yang dibangun setelah merdeka Indonesia merdeka.

Istana Kepresidenan
Istana Tampaksiring. (Antara/Desca Lidya Natalia)

Bila lima Istana Kepresidenan lainnya dibangun dengan gaya arsitektur Eropa, maka Istana Tampaksiring sangat  kental dengan budaya Indonesia dan nuansa lokal Bali. Presiden Soekarno banyak memberikan masukan terkait rancangan bangunan ini.

Pembangunannya dimulai pada 1957 dan selesai 1963. Selain tempat peristirahatan presiden dan keluarganya, Istana Tampaksiring juga sering dipakai untuk pertemuan-pertemuan informal bernuansa politik.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
JOIN US
JOIN US