The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Cemburui Aspri yang Lebih Cantik, Jadi Alasan Zuraida Tega Habisi Nyawa Hakim PN Medan
Cut Rafika Lestari (Kiri) dan Zuraida Hanum istri Hakim PN Medan, Jamaluddin (Facebook/ANTARA)
News

Cemburui Aspri yang Lebih Cantik, Jadi Alasan Zuraida Tega Habisi Nyawa Hakim PN Medan

Sabtu, 25 April 2020 11:38 WIB 25 April 2020, 11:38 WIB

INDOZONE.ID - Kasus pembunuhan yang menimpa hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jamaluddin menemukan fakta baru. Jamaluddin dibunuh oleh istrinya sendiri, Zuraida Hanum.

Zuraida tega menghabisi nyawa suaminya sendiri, karena cemburu dengan mantan asisten pribadi (aspri) Jamaluddin. Fakta ini terungkap dalam sidang yang berlangsung di ruang sidang Cakra VIII Pengadilan Negeri Medan pada Jumat (24/4/2020), melalui video confrence sidang online.

pembunuh Hakim Jamaluddin
Majelis Hakim Pengadilan Negeri Medan menyidangkan terdakwa pembunuh Hakim Jamaluddin. (ANTARA/HO)

Dalam sidang itu, hadir pula mantan aspri Jamaluddin, Cut Rafika Lestari (26 tahun). Rafika diketahui menjadi aspri Jamaluddin sejak Maret 2019.

Cut Rafika Lestari aspri cantik Hakim Jamaluddin.
Cut Rafika Lestari aspri cantik Hakim Jamaluddin. (Facebook)

Istri Jamaluddin, Zuraida tampak menangis saat melihat kedatangan Rafika. Zuraida mengatakan bahwa ia pernah memergoki Jamaluddin video call dengan Rafika saat malam hari.

PN Medan
Istri Hakim Pengadilan Negeri Medan Jamaluddin yang menjadi terdakwa kasus pembunuhan, Zuraida Hanum mengikuti sidang perdana dengan cara daring. (ANTARA FOTO/Septianda Perdana)

"Dia itu pernah memvideo call Jamal, saya pernah melihatnya," ujar Zuraida sambil banjir air mata.

"Kau inilah, alasanku sakit hati dan membunuh korban," ucap Zuraida.

Mendengar penjelasan dari Rafika, Ketua majelis hakim, Erintuah Damanik kemudian mempertanyakan apakah benar Rafika pernah video call dengan Jamaluddin.

"Saya tidak ada video call dengan pak Jamal," jawab Rafika.

hakim PN medan
Jenazah Jamaluddin saat ditemukan di sebuah jurang di Dusun II Namo Rindang, Desa Suka Dame, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang, Jumat (29/11) siang. (ANTARA/HO).

Tak langsung percaya, hakim kemudian mempertanyakan kembali apakah benar Rafika pernah video call dengan Jamaluddin.

"Saya tidak pernah video call larut malam, saya pastikan ga ada. Karena jam 9 saya sudah tidur," jawab Rafika.

Dengan nada tinggi, Erintuah kemudian menyatakan bahwa video call itu berlangsung pada jam 7 malam.

"Jadi, dari jam 7 itu kau ada video call ga sama Jamal?" tanya Erintuah dengan tegas.

Mendengar Rafika yang enggan untuk bersikap jujur, hakim anggota, Imanuel Tarigan kemudian meminta jaksa agar menyelidiki hal tersebut, karena merasa ada yang janggal.

hakim PN MEdan
Rekonstruksi tahap dua pembunuhan hakim Pengadilan Negeri Medan Jamaluddin, Kamis (16/01). (ANTARA/Nur Aprilliana Br Sitorus)

"Kasih nomormu ke pak jaksa, nanti dilacaknya itu perbincangan kalian," ujar Imanuel.

Rafika kemudian menyerahkan nomor telepon dirinya dengan Jamaluddin kepada jaksa. Dalam kesempatan itu, Rafika kemudian menjelaskan bagaimana ia bisa jadi aspri Jamaluddin.

"Saya bekerja dengan almarhum sejak bulan Maret tahun lalu, dan saya kenalnya sejak Januari saat masih bekerja dengan Yusman harefa selaku Panitera Muda Pidana," ujar Rafika.

Ia juga menceritakan bahwa posisinya digantikan oleh orang lain, saat ia memutuskan untuk pulang kampung, karena ibunya sedang sakit.

Dalam sidang itu, jaksa sempat bertanya pada Rafika, apakah Zuraida pernah menegurnya. Rafika kemudian mengungkapkan bahwa ia pernah diminta Zuraida agar tak terlalu dekat dengan Jamaluddin.

"Iya pernah, waktu itu saya sedang di ruangan sendiri, dan ibu Zuraida datangi saya dan mengatakan jangan terlalu dekat secara pribadi dengan korban," cerita Rafika.

hakim PN Medan
Barang bukti bedcover yang digunakan untuk membunuh Hakim Pengadilan Negeri Medan Jamaluddin. (ANTARA/Nur Aprilliana Br Sitorus)

Jaksa lalu menjelaskan bahwa Zuraida nekat melakukan aksi pembunuhan itu, karena cemburu dengan Rafika.

"Oh, jadi cemburu. Aku baru tau. Kalau gitukan seharusnya bisa dibilang terdakwa samaku," ujar Rafika.

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum, kasus pembunuhan ini berawal dari hubungan antara korban dengan Zuraida, yang sudah tidak harmonis. Zuraida bahkan diketahui sering memendam perasaan marah dan kecewa kepada korban.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fahrizal Daulay
Putri
Putri

Putri

Writer

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US