The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Bejat! Kakek di Aceh Tega Perkosa Cucunya Sendiri, Divonis 200 Bulan Penjara
Ilustrasi pelecehan seksual. (photo/INDOZONE/ilustrasi)
News

Bejat! Kakek di Aceh Tega Perkosa Cucunya Sendiri, Divonis 200 Bulan Penjara

Selasa, 07 September 2021 23:39 WIB 07 September 2021, 23:39 WIB

INDOZONE.ID - Mahkamah Syar'iyah Jantho, Kabupaten Aceh Besar memvonis RS (65) dengan hukuman 200 bulan penjara, karena terbukti secara sah telah memerkosa cucunya sendiri.

"Terdakwa RS, kakek yang melakukan pemerkosaan terhadap cucu kandung dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah dengan sengaja melakukan jarimah pemerkosaan," kata Ketua Mahkamah Syar’iyah Jantho Siti Salwa, di Aceh Besar, Selasa.

Siti menyampaikan, vonis yang dijatuhkan oleh majelis hakim merupakan hukuman maksimal untuk pelaku pemerkosa sebagaimana ketentuan Pasal 46 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat. 

Di mana, setiap orang dengan sengaja melakukan jarimah pemerkosaan terhadap orang yang memiliki hubungan mahram dengannya, maka diancam dengan uqubat ta’zir cambuk maksimal 200 kali atau denda minimal 1.500 gram emas.

Baca juga: Ditangkap Polisi, Pelaku Tega Bunuh Kakak-beradik Gegara Cinta Bertepuk Sebelah Tangan

“Setiap orang yang dengan sengaja melakukan jarimah pemerkosaan terhadap orang yang memiliki hubungan mahram dengannya, diancam dengan ‘uqubat ta’zir cambuk 150 kali, paling banyak 200 kali atau denda paling sedikit 1.500 gram emas, paling banyak 200 bulan gram murni arau penjara paling singkat 150 bulan paling lama 200 bulan (lebih dari 16  tahun penjara),” tuturnya.

Menurut Siti, pertimbangan majelis hakim menjatuhkan uqubat maksimal, karena perilaku yang dilakukan oleh kakek pemerkosa tersebut sangat meresahkan masyarakat Aceh yang kental dengan nilai-nilai Islam.

Perilaku itu, juga dinilai tidak menghormati dan mendukung pelaksanaan syariat Islam di Aceh, di mana seharusnya ia melindungi cucu kandungnya yang berumur 9 tahun, bukan malah mengeksploitasinya.

“Semoga vonis yang dijatuhkan majelis hakim ini dapat menjadi pelajaran bagi masyarakat Aceh Besar khususnya dan Aceh pada umumnya, agar menjaga serta mengontrol lingkungan permainan anak," kata Siti Salwa.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Kana
Kana

Kana

Editor

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US