The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Mengenal Bupati Cantik Landak Karolin Margret yang Pernah Diam-diam Nikahi Perwira Polisi
Bupati Landak Karolin Margret Natasa. (Istimewa)
News

Mengenal Bupati Cantik Landak Karolin Margret yang Pernah Diam-diam Nikahi Perwira Polisi

Jumat, 03 Desember 2021 12:32 WIB 03 Desember 2021, 12:32 WIB

INDOZONE.ID - Bupati Landak Karolin Margret Natasa merupakan bupati di Kalimantan Barat. Sosoknya yang cantik kerap jadi sorotan mata publik.

Perempuan kelahiran 12 Maret 1982 itu merupakan putri dari Drs Cornelis HM Gubenur Kalimantan Barat period 2008-2018.

Usia yang relatif muda dan sudah menduduki kursi bupati di Landak membuat hidup Karolin sibuk dengan urusan menjalankan pemerintahan.

Kesibukan wanita yang menekuni bidang kedokteran itu kemudian dinilai membuat kehidupan rumah tangganya retak hingga membuatnya menjadi janda.

Bupati Landak Karolin Margret Natasa. (kalbar.kemenag.go.id)
Bupati Landak Karolin Margret Natasa. (kalbar.kemenag.go.id)

Rumah tangga politisi PDIP itu dengan seorang dokter yang bernama Andreas Adhy Nugroho ternyata kandas pada 2019.

Karolin menikah dengan dr Andreas pada tahun 2008. Saat itu, ayah Karolin, Cornelis masih menjabat sebagai Gubernur Kalimantan Barat.

Dari pernikahannya itu, Karolin dikaruniai anak laki-laki.

Tak berselang lama, setahun setelah proses perceraiannya, Karolin dikabarkan telah menikah dengan seorang perwira polisi, Ipda Andreas Quin.

Bupati Landak Karolin bersama suaminya Ipda Andreas Quin
Bupati Landak Karolin bersama suaminya Ipda Andreas Quin

Karolin menikah diam-diam pada akhir Maret 2020.

Pernikahan Karolin hanya diketahui secara terbatas oleh keluarga dan kerabatnya. Kabar pernikahan Karolin baru diketahui publik pada Agustus atau 4 bulan setelah menikah.

Pernikahan Karolin tak terekspose karena dilaksanakan secara adat dan agama. Mantan anggota DPR RI itu belum melangsungkan resepsi.

Isu pernikahan ini jadi perbincangan ramai di kalangan pegawai negeri sipil (PNS) di Landak.

Gencar turungkan angka stunting

Bupati Landak Karolin Margret Natasa meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk meningkatkan partisipasinya dalam percepatan pencegahan dan penurunan stunting di kabupaten itu.

"Percepatan pencegahan dan penurunan stunting itu dalam terintegrasi melalui delapan aksi konvergensi. Prevalensi atau proporsi dari populasi yang memiliki karakteristik yang dalam jangka waktu tertentu tersebut tersebar di seluruh provinsi di Indonesia yang ditargetkan turun menjadi 14 persen pada tahun 2024," kata Karolin di Ngabang, Jumat (3/12/2021).

Menurut dia, upaya percepatan penurunan ini menjadi salah satu proyek prioritas dan percepatan penurunan kematian ibu dan stunting masuk di dalamnya.

Lebih lanjut dikatakan Bupati Karolin, intervensi spesifik dan sensitif telah dilakukan banyak namun kasus tersebut masih tinggi.

"Secara keseluruhan kasus stunting saat ini masih cukup tinggi. Hal ini dikarenakan belum adanya instrumen dalam bentuk kegiatan yang digunakan untuk meningkatkan pelaksanaan integrasi intervensi gizi dalam penurunan stunting program sasaran penerima manfaat yaitu rumah tangga dengan 1000 hari pertama kehidupan (1000 HPK)," katanya.

Karolin juga mengatakan bahwa aksi konvergensi harus segera dilakukan oleh OPD terkait dalam menurunkan stunting dengan mengejar penurunan angka stunting di Kabupaten Landak.

"Aksi-aksi ini harus segera dilaksanakan seperti Analisis situasi, Rencana Kegiatan oleh Bappeda, kemudian Rembuk stunting oleh Sekretariat Daerah dan Bappeda, Peraturan tentang Kewenangan Desa serta Pembinaan KPM oleh DPMPD, Manajemen data oleh Bappeda, Pengukuran dan Publikasi stunting oleh Dinas Kesehatan dan terakhir Reviu Kinerja tahunan oleh Sekretariat Daerah bekerjasama dengan Bappeda," tuturnya.

Seperti diketahui bahwa untuk wilayah Kabupaten Landak terdapat 17 desa lokus intervensi stunting yakni Desa Tonang, Rantau Panjang, Sei Segak, Sebangki, Kumpang Tengah, Agak, Bengkawe, Sei Laki, Ansolok, Tembawang Bale, Kelampai Setolo, Meranti, Ampadi, Selange, Moro Betung, Tahu, dan Bengawan Ampar.

Berdasarkan data anak usia bawah dua tahun atau sekitar 0-24 bulan dalam kasus Stunting Kabupaten Landak pada bulan Februari 2021 yang lalu secara keseluruhan ditemukan sebanyak 19,4 persen angka stunting dari 6.475 total anak yang diukur. Sedangkan berdasarkan data dari 16 Puskesmas di Kabupaten Landak tercatat wilayah Puskesmas Sompak memiliki angka persentase paling tinggi yakni 39,6 dan wilayah Puskesmas Jelimpo memiliki angka persentase terendah yakni 10,7.

"Data anak usia bawah lima tahun atau sekitar 24-60 bulan dalam kasus stunting Kabupaten Landak di bulan Februari 2021 yang lalu secara keseluruhan ditemukan sebanyak 23,7 persen angka stunting dari 15.925 total anak yang diukur. Sedangkan berdasarkan data dari 16 Puskesmas di Kabupaten Landak tercatat wilayah Puskesmas Kuala Behe memiliki angka persentase paling tinggi yakni 41,3 dan wilayah Puskesmas Semata memiliki angka persentase terendah yakni 14,0," kata Karolin.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fahrizal Daulay
JOIN US
JOIN US