The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Kemenag Sebut Indonesia 'Kehadiran' 400 Ribu Duda dan Janda Setiap Tahun
Ilustrasi pernikahan. (Foto/Unsplash/
News

Kemenag Sebut Indonesia 'Kehadiran' 400 Ribu Duda dan Janda Setiap Tahun

Kamis, 16 Desember 2021 17:13 WIB 16 Desember 2021, 17:13 WIB

INDOZONE.ID - Saat ini, Indonesia tercatat memiliki sekitar 40 ribu peristiwa perkawinan anak. Hal tersebut terjadi karena sulitnya memberikan bimbingan perkawinan (Bimwin) ke para calon pengantin.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Kamaruddin Amin mengatakan banyaknya calon pengantin yang ingin menikah sebabkan angka pernikahan menjadi besar. Sehingga, pihaknya kesulitan dalam mengajak mereka melakukan bimbingan perkawinan karena sumber daya yang masih terbatas.

Selain itu seringkali pengadilan agama memberikan dispensasi karena beberapa hal tertentu. Padahal, terdapat aturan yang menyatakan bahwa minimal umur untuk menikah adalah 19 tahun.

Banyaknya perkawinan dini akhirnya menimbulkan permasalahan, seperti tingginya kematian ibu & bayi, maupun anak lahir dalam kondisi stunting karena memiliki pengetahuan yang minim baik menyangkut kesehatan atau asupan nutrisi bagi ibu hamil.

Selain stunting & tingginya angka kematian pada ibu dan bayi, dari 2 juta pernikahan yang terjadi di Indonesia, sekitar 400 ribu pasangan bercerai setiap tahunnya akibat dari tidak mengikuti bimwin itu.

“Artinya, 400 ribu orang menjadi duda atau janda setiap tahun & menjadi single parent. Mungkin jutaan anak yatim lahir setiap tahun. Tentu ini merupakan persoalan yang harus kita atasi,” ujar Amin, mengutip Antara, Kamis (16/12/2021).

Melihat besarnya masalah yang disebabkan oleh banyaknya jumlah pasangan di Indonesia, Kamaruddin ingin pemerintah melakukan inovasi pada tahun 2022 melalui daring dengan mewajibkan setiap calon pengantin mengikuti bimwin terlebih dahulu jika ingin menikah.

Hal itu diperlukan guna memberikan edukasi yang lebih baik pada calon pengantin dalam menghadapi dunia pernikahan, sehingga dapat menciptakan keluarga yang tangguh dan anak bebas stunting.

Namun, ia juga menyadari bahwa untuk dapat merealisasikan saran tersebut perlu adanya kerja sama, proses serta persiapan yang matang.

Dia berharap semua pihak dapat bekerja sama membangun keluarga yang tangguh dan menjadikan generasi bangsa menjadi individu unggul di masa depan kelak.

Artikel Menarik Lainnya :

TAG
Dina
Silvia Marissa
Dina

Dina

Editor
JOIN US
JOIN US