The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Langkah Polri Sita Aset Indosurya Senilai Rp2 Triliun Dianggap Beri Harapan bagi Korban
Bareskrim Polri (INDOZONE/Samsudhuha Wildansyah)
News

Langkah Polri Sita Aset Indosurya Senilai Rp2 Triliun Dianggap Beri Harapan bagi Korban

Selasa, 26 April 2022 00:42 WIB 26 April 2022, 00:42 WIB

INDOZONE.ID - Anggota Komisi III DPR RI Nasir Djamil memandang langkah penyidik Bareskrim Polri menyita sejumlah aset tersangka kasus dugaan penipuan investasi berkedok Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Indosurya memberikan harapan bagi korban.

Menurutnya, penyitaan aset-aset tersangka yang mencapai Rp2 triliun itu dapat memberikan titik terang bagi para korban bahwa uang mereka akan kembali lagi.

"Sudah tepat dan mempercepat penyidikan, tentu memberikan harapan bagi korban," ujar Nasir kepada wartawan, Senin (25/4/2022).

Ia menilai upaya Bareskrim menyita aset-aset itu juga untuk mencegah para tersangka menggelapkan atau memindahtangankan aset tersebut agar tak terlacak penegak hukum.

"Jadi sudah benar itu, menyita itu untuk memastikan bahwa memang ada modus kejahatan yang sistematis," bebernya.

Politikus PKS itu mengapresiasi Bareskrim yang berhasil melacak aset para tersangka Indosurya. Kedepannya ia berharap aset-aset para tersangka terkait kasus ini bisa terbongkar.

"Tentu kita berharap pelaku bisa kalah habis gitu, sehingga aset yang dia dapat dari masyarakat bisa dikembalikan lagi," beber dia.

"Jadi paling tidak penyitaan ini untuk menjawab apa yang dikeluhkan orang-orang yang ditipu akibat investasi bodong, dengan ini diharapkan ada titik cerah bahwa uang mereka akan kembali," ujar Nasir menambahkan.

BACA JUGA: Modus Kejam Investasi Bodong Bikin Masyarakat Tertipu dan Rugi Rp117,4 Triliun

Diketahui  dalam kasus dugaan penipuan, penggelapan, dan pencucian uang ini, Bareskrim Polri telah menetapkan 3 petinggi KSP Indosurya Cita sebagai tersangka, yakni Direktur Operasional Suwito Ayub (SA), Ketua Henry Surya (HS), dan Direktur Keuangan June Indria (JI).

Dari 3 tersangka tersebut, Polri telah menahan Henry Surya dan June Indria. Adapun Suwita Ayub masih buron dan namanya masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). 

Kasus ini berawal dari penghimpunan dana diduga secara ilegal menggunakan badan hukum Koperasi Simpan Pinjam Indosurya Inti/Cipta yang dilakukan sejak November 2012 sampai dengan Februari 2020.

Tersangka Henry Surya diduga menghimpun dana dalam bentuk simpanan berjangka dengan memberikan bunga 8–11 persen, kegiatan tersebut dilakukan di seluruh wilayah Indonesia dengan tanpa dilandasi izin usaha dari OJK. Kegiatan itu berakibat gagal bayar.

Henry Surya yang menjabat sebagai ketua Koperasi Simpan Pinjam Indosurya Inti/Cipta memerintahkan tersangka lainnya JI dan tersangka Suwito Ayub untuk menghimpun dana masyarakat menggunakan badan hukum Kospin Indosurya Inti/Cipta.

Atas perbuatan tersebut Polri menyangka Suwito Ayub, Henry Surya, dan June Indria diduga melakukan tindak pidana Perbankan dan atau tindak pidana penggelapan dan atau tindak pidana penipuan/perbuatan curang dan tindak pidana pencucian uang.

Atas perbuatan tersebut, mereka disangka melanggar Pasal 46 Undang-Undang (UU) Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan dan atau Pasal 372 KUHP dan atau Pasal 378 KUHP dan Pasal 3 dan atau Pasal 4. Kemudian, Pasal 5 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Bareskrim juga telah melakukan gelar perkara pada pertengahan April 2022. Dalam gelar perkara tersebut disimpulkan bahwa proses penyidikan telah dilakukan sesuai prosedur dan ketentuan.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Edi Hidayat
Harits Tryan Akhmad
TERKAIT DENGAN INI
JOIN US
JOIN US