The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

68 Narapidana di Ekuador Tewas dalam Bentrokan Geng Narkoba di Penjara
Polisi dan personel militer berjaga di luar penjara Penitenciaria del Litoral tempat para tahanan terbunuh dan terluka dalam kekerasan semalam, di Guayaquil, Ekuador 13 November 2021. (photo/REUTERS/Vicente Gaibor del Pino)
News

68 Narapidana di Ekuador Tewas dalam Bentrokan Geng Narkoba di Penjara

Minggu, 14 November 2021 20:48 WIB 14 November 2021, 20:48 WIB

INDOZONE.ID - Sebanyak 68 narapidana tewas dan puluhan lainnya terluka dalam semalam saat kekerasan terjadi di penjara Penitenciaria del Litoral di Ekuador, kata pemerintah, Sabtu (13/11) waktu setempat.

Para pejabat setempat menyebutkan insiden itu sebagai bentrokan di antara kelompok geng narkoba.

Penjara tersebut, yang terletak di kota selatan, Guayaquil, merupakan fasilitas yang sama tempat 119 tahanan tewas pada September lalu, dalam kekerasan terburuk yang pernah dialami negara itu.

Pemerintah melihat kekerasan itu disebabkan oleh persaingan antarkelompok penyelundup narkoba untuk menguasai penjara.

Puluhan orang berkumpul di luar penjara untuk menunggu kabar orang-orang terkasih, yang menurut mereka belum terdengar kabarnya sejak Jumat (12/11) sore.

"Apa yang terjadi di dalam sana adalah hal tercela, orang-orang saling membunuh dan yang menyedihkan adalah bahwa mereka tidak punya hati nurani," kata Christina Monserrat, 58 tahun, kakak seorang tahanan di penjara itu.

Ia belum mendengar kabar dari adiknya yang sudah setahun menjalani penahanan.

Baca juga: 4 Cara Membuat Google Form di HP dan Laptop Tanpa Aplikasi, Praktis!

"Adik saya masih hidup, hati saya mengatakan demikian," katanya.

Presiden Guillermo Lasso, kata Monserrat, harus bertindak lebih untuk membantu kaum papa.

Sistem penjara Ekuador telah disorot tajam dalam beberapa tahun belakangan ini karena terlalu penuh, kebersihan yang kurang terjaga, serta kejahatan terorganisasi.

Lasso pada September menyatakan keadaan darurat selama 60 hari pada sistem penjara.

Dengan status darurat tersebut, pemerintah bisa mengeluarkan dana dan memungkinkan militer dikerahkan untuk membantu mengendalikan penjara.

Pada Sabtu, Presiden Lasso mendesak pengadilan konstitusi untuk mengizinkan militer memasuki kawasan penjara daripada hanya membantu pengamanan dari luar.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Kana
Kana

Kana

Editor
TERKAIT DENGAN INI

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US