The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Polisi Selidiki Kasus Tewasnya 11 Siswa Saat Kegiatan Pramuka yang Susuri Sungai
Kapolres Ciamis AKBP Wahyu Broto Narsono memberikan keterangan pers terkait 11 siswa tewas dalam kegiatan Pramuka di Markas Polres Ciamis, Jawa Barat, Sabtu (16/10/2021). (photo/ANTARA/HO-Pokja Polres Ciamis)
News

Polisi Selidiki Kasus Tewasnya 11 Siswa Saat Kegiatan Pramuka yang Susuri Sungai

Minggu, 17 Oktober 2021 00:22 WIB 17 Oktober 2021, 00:22 WIB

INDOZONE.ID - Polisi terus menyelidiki lebih lanjut terkait tewasnya 11 siswa Mts Harapan Baru Ciamis yang terbawa arus Sungai Cileueur, Kecamatan Cijeungjing, Ciamis, saat kegiatan Pramuka untuk mengetahui ada atau tidaknya unsur kelalaian.

"Entah itu awalnya kelalaian atau bagaimana yang pasti kami akan profesional dalam melakukan pemeriksaan ini, kami juga proporsional," kata Kepala Kepolisian Resor Ciamis AKBP Wahyu Broto Narsono saat jumpa pers di Ciamis, Sabtu (16/10) dikutip dari ANTARA.

Pihak kepolisian sudah melakukan olah tempat kejadian perkara yang dijadikan lokasi dilaksanakannya kegiatan susuri Sungai Cileueur di Kecamatan Cijeungjing, Jumat (15/10).

Hasil pemeriksaan di lapangan, kedalaman sungai saat siswa menyeberang hanya 70 cm, namun di titik lain tempat ditemukannya siswa meninggal dunia kedalamannya sekitar 2 meter.

Polisi juga sudah memeriksa empat orang saksi yang berada di lokasi kejadian, sementara pemeriksaan terhadap pihak sekolah belum dilakukan karena masih berduka.

"Kami melakukan pemeriksaan baru empat (orang)," kata Kapolres.

Baca juga: Kalah Saat Hadapi Viktor Axelsen, Ginting Saya Harus Lebih Sabar Lagi Dalam Menyerang

Polisi mengungkapkan hasil olah tempat kejadian perkara tidak menemukan adanya peralatan atau kelengkapan alat keselamatan untuk menyeberangi sungai seperti tali dan pelampung.

Kapolres menyayangkan adanya insiden itu yang sebenarnya bisa dilakukan pencegahan agar tidak ada korban jiwa saat kegiatan menyusuri sungai.

"Kami akan menelusuri kenapa hal ini bisa sampai terjadi, kenapa hal ini tidak bisa dicegah pada saat itu, di mana saat itu ada beberapa hal yang bisa dicegah," katanya.

Diketahui peserta saat menyeberangi sungai itu hanya bergandengan tangan, dan kondisi batu di sungai tersebut licin.

Terkait adanya kelalaian dalam kegiatan Pramuka itu, Kapolres mengatakan masih didalami, karena pada dasarnya tidak ada siapa pun yang mengharapkan musibah itu terjadi.

"Tidak ada yang mengharapkan ini terjadi, tidak siapa pun ini terjadi entah itu awalnya kelalaian atau bagaimana," katanya.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Kana
Kana

Kana

Editor

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US