The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Kasus Tahanan Polres Jaksel Tewas Mencuat Lagi, IPW Minta Propam Turun Tangan
Ilustrasi tahanan. (Freepik)
News

Kasus Tahanan Polres Jaksel Tewas Mencuat Lagi, IPW Minta Propam Turun Tangan

Kabarnya sempat disiksa.

Sabtu, 02 April 2022 19:18 WIB 02 April 2022, 19:18 WIB

INDOZONE.ID - Kasus kematian seorang tahanan Polres Metro Jakarta Selatan bernama Freddy Nicolaus Andi S awal tahun lalu kembali mencuat pasca disebut jika korban disinyalir sempat disiksa. Indonesian Police Watch (IPW) pun angkat bicara dan meminta Propam Polda Metro Jaya turun tangan menyelidiki kasus ini.

"IPW mendorong agar Propam Polda Metro Jaya melakukan pemeriksaan mendalam atas tewasnya seorang tersangka tahanan di Polres Jakarta Selatan untuk mengetahui sebab kematian, menemukan pelakunya," kata Ketua Presidium IPW, Sugeng Teguh Santoso saat dihubungi Indozone, Sabtu (2/4/2022).

Sugeng menyebut Propam Polda Metro Jaya harus menyelidiki kasus ini lantaran ditemukan indikasi jika tahanan tersebut sempat disiksa sebelum tewas.

"Karena ada indikasi tindak pidana kekerasan pada tubuh korban," bebernya.

Lebih jauh Sugeng menyebut Polri harus transparan menyampaikan hasil pemeriksaan terhadap anggota Polres Jaksel. IPW berharap kasus-kasus serupa tidak terjadi dikemudian hari.

"Kasus ini terjadi dipusat pemerintahan di Jakarta dimana lembaga pengawasan internal dan eksternal Polri berkantor pusat. Kalau di Jakarta saja terjadi akan menjadi efek bola salju bila tidak ada penindakan yang tegas dan transparan," kata Sugeng.

Baca Juga: Tahanan Polres Jaksel Tewas, Isi Rekaman CCTV Diungkap

Sebelumnya, seorang tahanan Polres Metro Jakarta Selatan kasus narkotika bernama Freddy Nicolaus Andi S tewas pada 13 Januari 2022 yang lalu. Polres Jaksel sendiri saat itu menyebut tahanan tersebut tewas saat dirawat di RS Polri.

"Memang benar ada tahanan Satresnarkoba yang meninggal dunia saat dirawat di RS Polri," kata Kapolres Metro Jaksel, Kombes Pol Budhi Herdi Susianto sebelumnya.

Dalam waktu berbeda, Kasat Reskrim Polres Jaksel AKBP Ridwan pernah menyebut jika pihaknya sudah melakukan penyelidikan hingga pemeriksaan CCTV terkait kasus tersebut. Hasilnya, tidak ada penganiayaan yang dilakukan terhadap korban.

"Penyelidikan internal CCTV sudah jelas tidak ada kegiatan (penganiayaan) begitu," pungkas Ridwan sebelumnya.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
JOIN US
JOIN US