The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Curhat Pilu Nakes Covid-19 Insentif Ditunggak, Malah Dipotong dari Rp15 Juta ke Rp500 Ribu
Tenaga kesehatan Covid-19 (ANTARA FOTO/Adeng Bustomi)
News

Curhat Pilu Nakes Covid-19 Insentif Ditunggak, Malah Dipotong dari Rp15 Juta ke Rp500 Ribu

Jumat, 30 Juli 2021 15:47 WIB 30 Juli 2021, 15:47 WIB

INDOZONE.ID - Di tengah pandemi Covid-19, tenaga kesehatan yang berada di garda terdepan seakan tidak dipedulikan pemerintah karena insentif yang tak kunjung tersalurkan.

Dalam acara Mata Najwa, seorang nakes Covid-19 di Nganjuk, Jawa Timur, mengaku belum mendapat insentif sejak Agustus 2020. Tunjangan nakes malah dipotong 90%.

"Terakhir kali kami para nakes mendapatkan insentif itu bulan Agustus 2020. Dapetnya ada yang utuh atau yang sesuai dengan kerjanya," kata nakes tersebut, dikutip Jumat (30/7/2021).

Nakes mengaku sudah menanyakan perihal insentif tersebut ke rumah sakit dan pemerintah. Namun, tidak ada kepastian. Nakes malah "diping-pong" ke sejumlah instansi tanpa jawaban memuaskan.

"Kita sudah konfirmasi ke Halo Kemenkes. Dari Halo Kemenkes disuruh konfirmasi ke dinas kesehatan terkait. Tetap tidak ada jawaban. Dari dinas kesehatan pun dikembalikan ke manajemen rumah sakit," ujar nakes.

"Sudah mendaftarkan pengajuan insentif atau belum di rumah sakit. Kita tanya ke manajemen rumah sakit tentang insentif, dikembalikan lagi ke dinas terkait. Jadi intinya kita belum mendapatkan jawaban kepastian insentif dari bulan September 2020 sampai Juli 2021," lanjutnya.

Nakes ini juga curhat mengenai pemotongan insentif yang mencapai 90%. Dokter spesialis yang harusnya menerima Rp15 juta per bulan dipotong jadi hanya Rp1,5 juta. Begitu juga dengan nakes profesi lain yang insentifnya dipotong 90%.

"Untuk yang insentif itu rencananya memang akan ada pengurangan atau pemotongan. Yang seharusnya dokter spesialis dapetnya 15 juta per bulan sesuai dengan Permenkes, untuk dokter umum 10 juta per bulan, perawat atau bidan 7,5 juta per bulan dan nakes lain 5 juta per bulan, itu dipotong hampir mencapai 90 persen," ungkapnya.

"Jadi untuk dokter spesialis akan mendapat 1,5 juta per bulan, untuk dokter umum 1 juta per bulan, untuk perawat 750 ribu per bulan, dan nakes lain 500 ribu per bulan," papar nakes tersebut.

Fakta ini pun membuat Najwa Shihab terkejut. Dia tak habis pikir insentif nakes yang kelelahan mengobati pasien Covid-19, malah dipotong 90%.

"Dipotongnya sampai 90 persen? Jadi info yang Anda dapat, uangnya sudah ada tapi belum dibayarkan. Tiba-tiba ada rencana akan dipotong 90 persen," papar Najwa.

Najwa kemudian menanyakan masalah insentif nakes ini kepada Plt Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi. Marhaen mengakui memang ada kendala penyaluran insentif nakes di periode kedua 2020, terhitung September-Desember.

Dia berasalan pemerintah pusat belum menurunkan anggaran. Akhirnya, Kemenkes menginstruksikan agar insentif nakes diambil dari anggaran Belanja Operasional Kesehatan (BOK).

Masalah pun muncul karena BOK Nganjuk hanya sekitar Rp177 juta. Sementara, insentif nakes butuh Rp9 miliar. Hal ini pun membuat Djumadi galau, yang langsung dibalas Najwa dengan pedas.

"Oke, pak plt kalau Anda galau, yang lebih galau nakes-nakes di Nganjuk pak plt," timpal Najwa.

Marhaen pun berjanji insentif nakes untuk periode 2020 akan segera cair, paling lambat minggu depan. Anggaran akan diambil dari bidang lain. Dia juga menegaskan bahwa tidak ada pemotongan insentif 90% untuk nakes.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Zega
Zega

Zega

Editor
JOIN US
JOIN US