The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Emak-emak Bahenol Ini Ngamuk Karena Pusing Dampingi Anaknya Sekolah Online dari Rumah
Emak-emak bertubuh bahenol menyampaikan protes terkait kebijakan belajar daring dari rumah karena Pandemi Covid-19. (Foto: Istimewa)
News

Emak-emak Bahenol Ini Ngamuk Karena Pusing Dampingi Anaknya Sekolah Online dari Rumah

Senin, 27 Juli 2020 12:07 WIB 27 Juli 2020, 12:07 WIB

INDOZONE.ID - Kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim yang sampai saat ini belum membolehkan anak-anak untuk kembali belajar di sekolah menuai banyak protes, terutama dari emak-emak yang terpaksa harus mendampingi anak-anak mereka belajar secara daring (online).

Seperti diketahui, sejak adanya Pandemi COVID-19, Mendikbud mengeluarkan aturan di mana anak-anak sekolah belajar secara daring dari rumah.

Baru-baru ini sebuah video emak-emak mencurahkan kekesalannya pada kebijakan Mendikbud tersebut viral di media sosial. Ia menyampaikan protesnya lewat video yang diunggah melalui akun Facebook-nya Ratu Talisha.

Dalam video berdurasi 4 menit 40 detik itu, emak-emak bertubuh bahenol itu awalnya baru hendak memulai pendampingan untuk belajar daring anaknya.

Kesal karena hal itu membuat banyak waktunya tersita, dia kemudian marah-marah dan menyampaikan unek-uneknya dengan logat Medan.

"Pusinglah daring-daring ini. Yang ada darting (darah tinggi) mamaknya. Ntah apa Indonesia ini aneh-aneh aja. Udahlah. Mal udah dibuka, pemandian udah dibuka, baju udah dibuka. Telanjang semua orang di jalan, ramai, sekolah tak boleh. Sama aja di mal boleh dibuka pakai masker. Ya sekolah gitu aja dibuka, pakai masker. Gak masalah anak-anak," katanya.

Sepanjang video, emak-emak itu terus mengomel karena kesal dengan kebijakan Mendikbud. Sebagai emak-emak yang mewakili ibu-ibu Indonesia pada umumnya, yang sibuk dengan tugas-tugas rumah tangga, dia menyampaikan keinginan bahwa sebaiknya sekolah dinormalkan kembali seperti halnya pada pusat perbelanjaan dan sektor ekonomi lainnya.

"Pusing ini. Uang sekolah tetap dibayar full. Buku semua harus dibayar, sementara anak-anak tak masuk-masuk. Masuk pun cuma setengah jam. Cuma numpang kencing aja di sekolah. Gak ngerti aku, sistem politik entah menteri pendidikan yang kurang smart. Ini namanya pembodohan secara nyata. Penjajahan secara gak langsung," katanya.

"Kalau orang tuanya cuma masak, nyambel aja gak pa-pa habis itu buka handphone ngajari anaknya. Itupun kalau punya handphone. Kalau gak punya apa mau pinjam punya tetangga? Terbuka pulalah bokep punya tetangga. Bukan belajar," katanya lagi.

Sambil bercanda, dia pun menyampaikan kekesalannya bahwa kemarahannya dapat menyebabkan anaknya menjadi imbas kemarahannya.

"Sudahlah, kalau mau naikkan uang sekolah dua kali lipat pun gak pa-pa. Asal masuk sekolah lagi anak. Kalau kayak gini naik darah mamaknya. Anak jadi habis babak belur. 3 bulan di rumah belajar tinggal tulang belulang anaknya.  Udahlah, guru aja yang ngajar. Tak ada itu corona-corona. Kemarin kami ke mal gak apa-apa," ujarnya.

Videonya dapat disimak melalui tautan di bawah ini:

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Abul Muamar
Abul Muamar

Abul Muamar

Editor

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US