The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Wisata Pantai Gunungkidul Kembali Dibuka, Pengunjung Tak Pakai Masker Disuruh Pulang
Nelayan di Pantai Siung, Gunungkidul, melaut dengan sampan kecil sebelum wabah Pandemi Corona. (Foto: Indozone.id/Abul Muamar)
News

Wisata Pantai Gunungkidul Kembali Dibuka, Pengunjung Tak Pakai Masker Disuruh Pulang

Senin, 29 Juni 2020 18:28 WIB 29 Juni 2020, 18:28 WIB

INDOZONE.ID - Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kembali membuka destinasi wisata pantai guna menggeliatkan kembali ekonomi masyarakat yang telah lama mengalami paceklik gara-gara Pandemi COVID-19.

Namun, dari ratusan pantai yang ada di Gunungkidul, hanya dua yang dibuka kembali untuk umum, yakni Pantai Baron dan Pantai Kukup. Dua pantai ini memang dikenal sebagai pantai yang selalu ramai dikunjungi oleh keluarga dan rombongan.

Sekretaris Dinas Pariwisata Gunung Kidul Harry Sukmono mengatakan, pembukaan wisata pantai ini hanya bersifat ujicoba. Pembukaan dimulai sejak 24 Juni dan akan ditutup pada esok hari, Selasa, 30 Juni 2020.

Nantinya dari uji coba itu, pihaknya akan melakukan evaluasi terkait perkembangan kasus COVID-19. Bila tidak terjadi pertambahan kasus atau jika tidak ada pengunjung yang terpapar, pembukaan wisata kemungkinan besar akan dilanjutkan, juga demikian halnya dengan pantai-pantai lain yang tak kalah eksotik.

"Meski baru satu minggu uji coba pembukaan empat destinasi wisata, tapi geliat mulai teras mulai dari jasa usaha pariwisata seperti rumah makan, toko suvenir, dan pusat oleh-oleh. Kami akan menjadikan ini sebagai bahan evaluasi dan rekomendasi pembukaan objek wisata di Gunung Kidul," ujar Harry seperti dilansir Antara, Senin (29/6/2020).

Abul Muamar
Senja di atas tebing yang ada di Pantai Sepanjang, Gunungkidul. (Foto: Indozone/Abul Muamar)

Tidak cuma pantai, destinasi wisata Gunung Api Purba Nglanggeran dan Gua Kalisuci juga diuji coba dibuka. Sama seperti pantai, pengunjung juga menyerbu desa permai tempat gua dan gunung api itu berada.

Pembukaan destinasi wisata ini rupanya disambut baik oleh wisatawan, yang sudah rindu melihat gelungan ombak biru Laut Selatan maupun melihat keindahan alam Gunungkidul dari atas puncak gunung. Terbukti, jumlah pengunjung dari hari pertama uji coba hingga Minggu (28/6/2020) mencapai 11.154 orang. 

Rinciannya, pengunjung di Pantai Baron dan Kukup sebanyak 10.100 wisatawan, Gunung Api Purba Nglenggeran sebanyak 1.045 wisatawan dan Kalisuci sebanyak sembilan orang.

Puncak kunjungan uji coba terjadi pada Minggu, di mana tercatat 6.132 wisatawan mengunjungi Pantai Baron dan Pantai Kukup. Pada hari yang sama terdapat 448 pengunjung di Nglanggeran, sementara di Kalisuci puncak kunjungan terjadi pada 27 Juni dengan sembilan orang.

"Destinasi wisata pantai masih mendominasi kunjungan wisatawan selama tahap uji coba ini. Kita ketahui bersama wisatawan menghilangkan penat setelah beberapa bulan dilakukan lockdown, sehingga pantai menjadi pilihan utama," katanya.

Wajib Pakai Masker dan Cuci Tangan

Harry Sukomono mengakui masih banyak pengunjung tak menggunakan masker saat berada di lokasi. Selain itu, masih banyak dijumpai pengunjung yang bergerombol. Hal tersebut terutama terjadi di pantai.

"Kami juga mendapat laporan bahwa ada wisatawan yang menolak saat dicek suhunya. Kemudian, mereka kami tolak dan minta pulang. Kami memberlakukan protokol kesehatan sektor pariwisata secara ketat. Kami tidak mau objek wisata menjadi klaster baru penyebab penyebaran COVID-19. Kami berharap wisatawan memaklumi hal ini. Kebijakan ini untuk kepentingan bersama," kata Harry.

Facebook
Gunung Api Purba di Desa Nglanggeran tampak dari atas. (Facebook/Gunung Api Purba)

Terlepas dari pengunjung yang belum patuh, Harry mengatakan bahwa secara umum para pelaku wisata hingga pedagang sudah sadar dan siap mengikuti protokol kesehatan yang ada.

"Pelaku wisata di objek wisata memiliki kesadaran penerapan protokol kesehatan secara ketat. Kami mengapresiasi mereka atas penyediaan tempat cuci tangan hingga sarana prasarana lainnya. Mereka menyadari pariwisata adalah ladang perekonomian dan sumber penghasilannya," katanya.

Sementara itu, Ketua Pokdarwis Nglanggeran Mursidi menyebut salah satu kendala pada pengunjung adalah masih abai terhadap jaga jarak. Hal ini terutama ditemukan pada rombongan keluarga.

"Tapi secara umum kepatuhan pengunjung sudah bagus. Mereka sudah menggunakan masker saat berada di lokasi," jelas Mursidi.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Abul Muamar
Abul Muamar

Abul Muamar

Editor
TERKAIT DENGAN INI

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US