Merasa Dirugikan Berita Negatif, PDIP Bawa Kuasa Hukum ke Dewan Pers
Ketua Tim Kuasa Hukum DPP PDIP I Wayan Sudirta (kanan), didampingi Teguh Samudera yang juga tim kuasa hukum, di Kantor Dewan Pers, Jakarta, Jumat (17/1/2020) (ANTARA/Zuhdiar Laeis)
News

Merasa Dirugikan Berita Negatif, PDIP Bawa Kuasa Hukum ke Dewan Pers

Terkait OTT Wahyu?

Jumat, 17 Januari 2020 15:15 WIB 17 Januari 2020, 15:15 WIB

INDOZONE.ID - Tim Kuasa Hukum DPP PDI Perjuangan menyambangi kantor Dewan Pers, Jumat (17/1/2020). Ketua Tim Kuasa Hukum DPP PDIP I Wayan Sudirta menegaskan kunjungannya kali ini hanya sebatas berkonsultasi dengan Dewan Pers di Kantor Dewan Pers, Jakarta.

Diketahui, PDI Perjuangan merasa dirugikan, terkait pemberitaan kasus dugaan suap kepada mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan.

"Kami tidak sedang mengancam kebebasan pers, dengan sikap dan perlakuan media terhadap peristiwa yang kami alami. Walaupun kami merasa dirugikan, sangat dirugikan, dipojokkan," kata Ketua Tim Kuasa Hukum DPP PDIP I Wayan Sudirta di Jakarta, Jumat (17/1/2020) mengutip Antara.

Wayan menegaskan, kedatangannya bukan dalam rangka mengancam kebebasan pers. Ia mengaku ingin bersahabat dengan seluruh komponen pers.

"Kedatangan kami agar Dewan Pers itu menangkap maksud kami, bahwa tujuan kedua adalah agar media yang ada sekarang ini jalannya sesuai dengan khittah, sesuai dengan fitrahnya, 'on the track'," katanya.

Kemudian, kata dia, mereka juga meminta jaminan kepada Dewan Pers, bahwa jangan sampai ada lagi pemberitaan yang merugikan kepentingan publik, khususnya di lingkungan anggota PDI Perjuangan.

"Kami merasakan kok konfirmasi ke kami ini sangat kering, kalau dikatakan tidak. Padahal, salah satu roh dan semangat pers agar berita berimbang adalah konfirmasi," katanya.

Dari hasil konsultasi itu, kata Wayan, Dewan Pers menyarankan untuk menyampaikan pengaduan secara resmi, dan mereka akan menyampaikan kepada DPP PDI Perjuangan untuk memutuskan langkah yang akan diambil selanjutnya.

Sementara itu, anggota tim kuasa hukum PDI Perjuangan Teguh Samudera menambahkan, ada berita-berita yang sengaja di-'framing' dengan maksud menyudutkan PDIP. Namun, ia enggan menyebutkan berita yang dimaksud, seraya beralasan awak media sebenarnya sudah mengetahuinya.

"Karena ada berita yang mem-'framing' secara politik yang merugikan dan menghancurkan PDIP. Kami mengalami kerugian dari berita ini, seperti apa nih? Kami konsultasi," singkatnya.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fauzi
Ade Indra
Fauzi

Fauzi

Editor
Ade Indra

Ade Indra

Writer

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU