The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Tunangannya Gantung Diri 2 Hari Jelang Pernikahan, Wanita Ini Ungkap Ada Kejanggalan
MA dan DJ saat bertunangan
News

Tunangannya Gantung Diri 2 Hari Jelang Pernikahan, Wanita Ini Ungkap Ada Kejanggalan

Jumat, 07 Agustus 2020 20:19 WIB 07 Agustus 2020, 20:19 WIB

INDOZONE.ID - Seorang pemuda, MA (20), nekat gantung diri dua hari jelang pernikahannya dengan perempuan berinisial DJ.

MA ditemukan tewas bunuh diri di rumahnya Jalan Seram Bawah Gang Selamat, Kelurahan Bantan Kecamatan Siantar Barat, Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara, Rabu (5/8/2020) pagi.

Belakangan, polisi menduga MA putus asa karena tak kunjung mendapat bantuan biaya pernikahan dari keluarganya. Padahal, MA dan DJ akan menikah pada Jumat (7/8/2020).

Kini, DJ harus mengubur dalam-dalam impiannya merajut hubungan rumah tangga dengan MA.

Dia pun mengaku tak habis pikir dengan tindakan tunangannya itu. Hubungan mereka pun selama ini tidak mempunyai masalah.

Bahkan beberapa saat sebelum gantung diri, MA sempat memperbaiki jembatan rumah dengan maksud mempermudah tamu yang akan datang pada resepsi pernikahan.

Namun, kata DJ, kekasihnya itu sempat berbicara dengan calon mertuanya tentang biaya pernikahan.

Ternyata, uang yang rencananya akan digunakan sebagai mahar itu telah dipakai ayah MA untuk keperluan lain. Ibu DJ tidak mempermasalahkan hal itu.

DJ mulai curiga calon suaminya itu mempunyai beban pikiran setelah berniat ke Nias menemui ibunya. Permintaan itu ditolak DJ lantaran resepsi pernikahan sudah tinggal menghitung hari.

"Katanya dia kurang puas kalau pesta ini tidak dihadiri mamanya yang ada di Nias. Sebenarnya tanda-tanda itu sudah mulai tampak pada malam sebelum kejadian," kata DJ kepada wartawan.

DJ menambahkan, dirinya sempat meminta MA untuk tidur di rumahnya pada malam sebelum kejadian. Tapi orangtua DJ menolak, sebab khawatir akan mendapat hujatan tetangga.

Dengan terpaksa, DJ merelakan MA pulang ke rumahnya.

Pada Rabu (5/8/2020) dinihari, keduanya sempat berkomunikasi via telepon. Awalnya, MA mengabarkan bahwa dirinya sedang tidak enak badan.

Ketika hari menjelang subuh, DJ balik menghubungi MA lantaran cemas.

“Perasaan saya tidak enak sejak tadi malam, maka jam empat pagi saya telepon, tapi gak diangkat," katanya.

"Jam enam pagi dicoba lagi, namun yang mengangkat adiknya. Tidak lama saya telepon lagi adiknya, ternyata almarhum yang mengangkat. Bahkan, rencananya almarhum pagi itu mau datang ke rumah saya,” sambung DJ.

Dj mengatakan, MA masih menghubunginya via WhatsApp untuk mengabarkan bakal ke rumahnya sekira pukul 06.30 WIB.

Namun MA tak kunjung tiba setelah ditunggu-tunggu. DJ pun akhirnya kawatir dan memutuskan melihat MA di kediamannya.

Betapa terkejutnya DJ saat mendapati MA sudah tergantung dengan leher terikat tali.

“Saya lihat almarhum membelakangi saya. Saya panggil-panggil sambil mendekatinya, tapi tidak dijawab. Saya pun baru melihat tali yang melingkar di lehernya dan langsung berteriak," kata DJ.

"Tidak ada satupun yang berani menyentuhnya, padahal saya pegang nadinya masih ada. Saya berteriak dan memohon agar dibawa ke rumah sakit, tapi satupun tidak ada yang mau. Bahkan ayahnya malah menyuruh tetap begitu saja sampai polisi datang sambil diberi bantal pada kepalanya di dalam kamar mandi itu," sambungnya. 

Kepada wartawan, DJ mengaku tidak yakin jika tunangannya itu tewas bunuh diri. Dia juga membantah bahwa MA merasa putus asa karena uang pernikahan tak kunjung diberi ibunya yang sedang di Nias.

"Sebab umumnya orang yang bunuh diri itu kan lidahnya keluar, dan dari bawah kemaluannya mengeluarkan cairan. Tapi semuanya tidak ada sama sekali,” kata DJ.

Sebelumnya, Seorang pemuda tewas setelah gantung diri di sekitar kamar mandi rumahnya di Jalan Seram Bawah Gang Selamat, Kelurahan Bantan Kecamatan Siantar Barat, Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara, Rabu (5/8/2020) pagi.

Padahal, pemuda tersebut telah menjadwalkan pernikahan dengan kekasihnya pada Jumat (7/8/2020).

Pemuda itu berinisial MA (20). Dia telah bertunangan dengan kekasihnya DJ. Mereka pun telah terdaftar di Kantor Urusan Agama (KUA) Siantar Barat.

"Rencananya korban bersama pacarnya akan melangsungkan pernikahan pada hari Jumat ini," kata Kapolsek Siantar Barat Iptu Esron Siahaan.

Esron belum mengetahui secara pasti MA bunuh diri. Namun, dia menduga pemuda itu putus asa karena persoalan biaya nikah.

“Mungkin korban putus asa karena bantuan untuk biaya pernikahan dari ibu kandungnya yang tinggal di Nias tak kunjung datang,” ujar Esron.
 

Artikel Menarik Lainnya:


TAG
Nanda Fahriza Batubara

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US