The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Jokowi Gaungkan Benci Produk Luar Negeri, Tapi Malah Impor 1,5 Juta Ton Beras
Pekerja menurunkan karung berisi beras yang diserap dari petani di gudang Perum Bulog Meulaboh (ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas)
News

Jokowi Gaungkan Benci Produk Luar Negeri, Tapi Malah Impor 1,5 Juta Ton Beras

Kamis, 04 Maret 2021 22:33 WIB 04 Maret 2021, 22:33 WIB

INDOZONE.ID - Pemerintah akan segera mengimpor beras dalam jumlah 1 juta hingga 1,5 juta ton. Menurut Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, impor jutaan beras ini untuk menjaga ketersediaan sehingga harga beras dalam negeri tetap stabil.

"Salah satu yang penting adalah penyediaan beras dengan stok 1 juta -1,5 juta ton," ujar Airlangga dalam Rapat Kerja Kementerian Perdagangan 2021, Kamis (4/3/2021).

Menurut Airlangga, ketersediaan beras harus dijaga, terlebih setelah pembagian bansos beras PPKM, pandemi Covid-19 dan juga antisipasi dampak banjir.

Pemerintah akan mengimpor 500 ribu ton beras sebagai Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dan 500 ribu ton sesuai dengan kebutuhan Perum Bulog.

Kemudian penyerapan gabah oleh Perum Bulog dengan target setara beras hingga 900 ribu ton saat panen raya. Dilanjutkan dengan impor 500 ribu ton beras dari Juni-September 2021.

"Kemudian pengadaan daging dan penyediaan gula, baik untuk konsumsi maupun untuk industri. Di mana menghadapi lebaran ini menjadi catatan agar ketersedian dan harga betul-betul tersedia untuk masyarakat." tambahnya.

Pemerintah juga akan mengimpor puluhan ribu daging kerbau dan penyerap sapi siap potong dari peternak. Sementara itu, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan impor beras berguna sebagai iron stock alias cadangan.

"Iron stock itu barang yang memang ditaruh untuk Bulog sebagai cadangan, dia musti memastikan barang itu selalu ada. Jadi, tidak bisa dipengaruhi oleh panen, atau apapun karena memang dipakai sebagai iron stock," ucapnya.

Sebelumnya,  Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta warga mendukung produk Bangga Buatan Indonesia, pusat perbelanjaan, serta memberikan ruang bagi produk Indonesia khususnya UMKM.

"Jangan sampai ruang depan, lokasi-lokasi strategis, justru diisi dari brand-brand luar negeri. Ini harus mulai geser. Mereka digeser ke tempat yang tak strategis. Tempat yang strategis, yang baik, berikan untuk brand-brand lokal," jelas Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi juga menyampaikan bahwa branding produk lokal harus melekat agar masyarakat lebih mencintai produk Indonesia dibanding luar negeri dan menggaungkan untuk membenci produk dari luar negeri.

"Karena penduduk kita berjumlah lebih dari 270 juta jiwa. 270 juta adalah pasar yang besar. Ajakan-ajakan untuk cinta produk kita sendiri harus terus digaungkan," kata Presiden Jokowi.

"Gaungkan juga benci produk-produk dari luar negeri, bukan hanya cinta tapi benci. Cinta barang kita, benci produk dari luar negeri," kata Jokowi lagi.

Presiden Jokowi menginginkan masyarakat menjadi konsumen yang loyal untuk produk-produk Indonesia. Di sisi lain, kata Presiden, pasar ekspor juga harus mendapat perhatian serius.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Zega
Zega

Zega

Editor
JOIN US
JOIN US