The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Edhy Prabowo Ditangkap, Mahfud MD Ingat Obrolan dengan Ketua KPK, 'Saya Akan Back Up Anda'
Kolase foto Menko Polhukam Mahfud MD (ANTARA), Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo (ANTARA) dan Ketua KPK Firli Bahuri (YouTube KPK RI)
News

Edhy Prabowo Ditangkap, Mahfud MD Ingat Obrolan dengan Ketua KPK, 'Saya Akan Back Up Anda'

Rabu, 25 November 2020 20:37 WIB 25 November 2020, 20:37 WIB

INDOZONE.ID - Menko Polhukam Mahfud MD kembali mengunggah cuitan melalui media sosial Twitter pascapenangkapan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo oleh KPK.

Melalui akun @mohmahfudmd, Rabu (25/11/2020), Mahfud mengungkap pembicaraannya dengan Ketua KPK Firli Bahuri saat bertemu pada Januari 2020 lalu.

Saat itu, kata Mahfud, Firli mengungkap kesan masyarakat bahwa mereka tidak baik. Namun Firli mengaku akan tetap berusaha maksimal memberantas korupsi.

Mendengar hal tersebut, Mahfud menyapaikan dukungannya dan menyatakan siap pasang badan agar KPK tidak diintervensi ketika menjalankan tugasnya.

"Sy selalu mengingatkan kpd teman-teman di KPK ttg apa yg pernah disampaikan oleh Ketua KPK Firli Bahuri kpd sy, 'Biarlah orang mengatakan bhw kami tdk baik, tapi kami akan berusaha keras utk berbuat baik'. Syjawab, 'Lakukan, saya akan back up agar Anda tak diintervensi'," cuit Mahfud.

Pada cuitan berikutnya, Mahfud menegaskan bahwa pembicaraan antara dia dan pimpinan KPK itu bukan dilakukan pascapenangkapan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo. Melainkan pada Januari 2020 lalu. 

Sebelumnya, Menko Polhukam Mahfud MD mengaku belumn tahu pasti kasus yang menjerat Edhy.

Namun yang jelas, kata dia, pemerintah mendukung KPK untuk menegakkan hukum.

"Sampai sekarang pemerintah belum tahu pasti tindak pidana apa yang dilakukan atau diduga dilakukan oleh Pak Eddy Prabowo, sehingga ditangkap dengan OTT oleh KPK. Tapi apa pun alasannya, pemerintah menyatakan bahwa pemerintah mendukung apa yang dilakukan oleh KPK, dan silakan itu dilanjutkan sesuai dengan hukum yang berlaku," ujar Mahfud melalui keterangan persnya, (25/11/2020).

Menurut Mahfud Md, Presiden Joko Widodo juga sudah mengingatkan agar penegakkan hukum tidak pandang bulu. 

"Selama ini pun pemerintah memfasilitasi KPK untuk selalu bertindak dalam rangka pemberantasan korupsi itu. Kita sudah sampaikan ke KPK, silakan lakukan dan kita akan mem-backup-nya kalau itu untuk pemberantasan korupsi," kata Mahfud.

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (25/11/2020) dini hari.

Edhy diduga terlibat tindak korupsi ekspor benih lobster. Tak hanya Edhy, petugas KPK turut memboyong sejumlah orang lainnya yang juga diduga terlibat.

Menanggapi seorang menterinya ditangkap, Presiden RI Joko Widodo langsung memberi respons.

Melalui akun media sosial Twitter @jokowi, Jokowi mengungkapkan dukungannya terhadap upaya pemberantasan korupsi.

"Pemerintah terus mendukung upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi di Tanah Air. Karena itu, pemerintah menghormati proses hukum terhadap pejabat negara yang saat ini tengah berjalan di KPK," cuit akun tersebut.

"Saya percaya KPK bekerja transparan, terbuka, dan profesional," sambungnya.

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo ditangkap petugas KPK saat berada di Bandara Soekarno-Hatta, pada Rabu (25/11) sekitar pukul 01.23 WIB. Selain Edhy, ada empat orang lainnya yang turut diciduk. 

"Benar berkaitan dengan ekspor benur," ujar Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron kepada wartawan.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Nanda Fahriza Batubara

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US