The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Sri Sultan Hamengku Buwono X Pecat Kedua Adiknya: Masak Cuma Gaji Buta
Sri Sultan Hamengku Buwono X (Instagram/kratonjogja)
News

Sri Sultan Hamengku Buwono X Pecat Kedua Adiknya: Masak Cuma Gaji Buta

Jumat, 22 Januari 2021 12:28 WIB 22 Januari 2021, 12:28 WIB

INDOZONE.ID - Raja Keraton Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X memecat dua adik tirinya dari jabatan struktural di keraton.

GBPH Prabukusumo dan GBPH Yudhaningrat dipecat karena mereka berdua tidak aktif bekerja selama lima tahun.

"Kalau mau aktif ya tidak apa-apa, masak cuma gaji buta, lima tahun tidak bertanggung jawab," kata Sri Sultan di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Kamis (21/1/2021).

GBPH Prabukusumo sebelumnya merupakan Penggede (kepala) Kawedanan Hageng Punakawan Nityabudaya Keraton Yogyakarta, sementara GBPH Yudhaningrat sebagai Penggede Kawedanan Hageng Punakawan Purwabudaya Keraton Yogyakarta.

Selama menjabat, keduanya mendapat gaji dari APBN. Bagi Sultan, lima tahun adalah waktu toleransi yang cukup lama, hingga akhirnya dipecat.

Sultan menepis anggapan bahwa pemecatan dilatarbelakangi ketidaksepahaman terkait Sabdatama dan Sabdaraja yang dikeluarkan Sultan pada 2015.

Buktinya, kata Sultan, beberapa pihak lain yang selama ini tidak setuju dengan dirinya terkait Sabdatama dan Sabdaraja tidak diberhentikan.

"Nggak ada hubungannya. Ya kan wong nyatanya yang nggak setuju sama saya kalau tetap dia melaksanakan tugas sebagai penghageng juga nggak saya berhentikan. Mas Jatiningrat, Mas Hadiwinoto kan juga tetap kerja. Karena dia juga melaksanakan tugas," kata dia.

GBPH Yudaningrat kini digantikan  putri sulung Sultan, yakni GKR Mangkubumi. Sementara, GBPH Prabukusumo  kini digantikan oleh putri Sultan HB X yaitu GKR Bendara.

Di sisi lain, GBPH Prabukusumo menganggap bahwa pemecatan itu tidak sah karena dirinya dan adiknya tidak melakukan suatu kesalahan yang layak dijadikan dasar pemberhentian.

Menurut Prabu, meski dirinya tidak lagi aktif di keraton sejak Sultan HB X dianggap menyalahi paugeran atau peraturan keraton dengan Sabdatama dan Sabdaraja pada 2015, pemberhentian itu tidak seharusnya dilakukan oleh Sultan.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Zega
Zega

Zega

Editor

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US